Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Indeks Pendidikan, Tingkat Kemiskinan, dan Inflasi terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur Wulansari, Sagita; Nazarina, Ellisa; Huda, Achmad Miftachul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4632

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator komprehensif yang digunakan untuk menilai kualitas pembangunan manusia melalui dimensi pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak. Provinsi Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan IPM dari tahun ke tahun, namun capaian tersebut masih dihadapkan pada berbagai permasalahan sosial ekonomi, seperti ketimpangan pendidikan, kemiskinan, dan dinamika inflasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pendidikan, Tingkat Kemiskinan, dan Inflasi terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  menggunakan data sekunder time series periode 2010–2022 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas dan akses pendidikan berperan penting dalam mendorong pembangunan manusia. Sementara itu, Tingkat Kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM, menunjukkan bahwa kemiskinan menjadi faktor penghambat utama dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di sisi lain, Inflasi berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap IPM. Secara simultan, Indeks Pendidikan, Tingkat Kemiskinan, dan Inflasi berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan koefisien determinasi sebesar 99,5 persen. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan pembangunan yang terintegrasi, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan pengendalian inflasi guna mendorong pembangunan manusia yang berkelanjutan di Jawa Timur.
Dampak Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Suatu Tinjauan Pustaka Rahayu, Ervina Tri; Putri, Ayu Lestari Intan; Huda, Achmad Miftachul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4811

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui analisis sistematis transportasi, energi, telekomunikasi/digital, dan infrastruktur sosial. Metodologi penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka dengan mengumpulkan data dari jurnal, lembaga, dan publikasi relevan nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi infrastruktur yang konsisten berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas, penurunan biaya transaksi, peningkatan investasi asing, dan perbaikan akses pasar, dengan kontribusi terhadap pertumbuhan PDB diperkirakan sebesar 1% hingga 2% per tahun. Selain itu, pengembangan transformasi ekonomi berbasis teknologi infrastruktur digital, sementara infrastruktur sosial meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkontribusi pada pertumbuhan inklusif. mempercepat transformasi ekonomi berbasis teknologi, sementara infrastruktur sosial meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkontribusi pada pertumbuhan inklusif. Namun, studi ini juga menyoroti tantangan seperti ketimpangan regional, korupsi, pembiayaan terbatas, dan dampak lingkungan yang dapat mengurangi efektivitas pembangunan infrastruktur. juga menyoroti tantangan seperti ketimpangan regional, korupsi, pembiayaan terbatas, dan dampak lingkungan yang dapat mengurangi efektivitas pembangunan infrastruktur. Studi ini menekankan perlunya pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan progresif untuk mencapai tujuan ekonomi nasional, serta perlunya reformasi kebijakan, peningkatan biaya transportasi, dan pemanfaatan teknologi dalam negeri dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. Dan pembangunan infrastruktur yang progresif untuk mencapai tujuan ekonomi nasional serta perlunya reformasi kebijakan, peningkatan biaya transportasi, dan pemanfaatan teknologi dalam negeri dalam pembangunan infrastruktur Indonesia.
Pengaruh Tingkat Kemiskinan, Pengangguran Terbuka, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kab. Tulungagung Jawa Timur Tahun 2014 - 2024 Ata Rosyidah Karimah; Maya Amelia Putri; Achmad Miftachul Huda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4844

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka (TPT), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tulungagung selama periode 2014–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder tahunan yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik. Sebanyak sebelas observasi dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui SPSS versi 20. Tahapan analisis meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien -1,407 dan nilai signifikansi 0,031. TPT memiliki koefisien positif sebesar 0,070, tetapi tidak berpengaruh signifikan karena nilai signifikansinya 0,614. IPM menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan dengan koefisien -0,692 serta nilai signifikansi 0,039. Secara simultan, ketiga variabel belum menunjukkan pengaruh yang signifikan, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai F sebesar 2,735 dan signifikansi 0,123. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,342 menunjukkan bahwa model menjelaskan 34,2% variasi pertumbuhan ekonomi, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Temuan tersebut menegaskan bahwa penurunan kemiskinan perlu menjadi prioritas, sedangkan peningkatan kualitas manusia harus diikuti penciptaan lapangan kerja produktif, penguatan investasi, serta pengembangan sektor unggulan agar memberikan dampak yang lebih langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
CASH WAQF IN CONTEMPORARY ISLAMIC LAW PERSPECTIVE Ahmad Mu'is; Laila Farida; Achmad Miftachul Huda
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 3 No. 1 (2022): Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v3i1.5454

Abstract

Cash waqf is new though in Islamic Social Finance and still debatable. Several Islamic scholars agree  and disagree in many reasons base on Islamic laws (fiqh). In this paper aim to describe Islamic Scholars view in Islamic law from classic to modern perpective in order to understand knowledge to take explanation of some reasons in Islamic law (istinbath). This writing uses literature approach, by using some sources from classic and modern books, journal and another suitable sources then make analyzing from another scholars. The advantage of this paper will open the new view of cash waqf  not only Islamic law perspective but also the impact to economic development in Islamic society. More over in Indonesia, the most muslim population of the world. The writer do hope there is sustainable  action from nation policy and stake holder to follow up this new reason make economic mover become Islamic social welfare. Beside of that next research is required to accomplish it
ANALISIS PERBANDINGAN HARGA SAHAM BANK HIMBARA SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN SUNTIKAN DANA PEMERINTAH Deviani Dini Nurcahyani; Erina Ayu Salsabilla; Puput Melati; Diah Ayu Retno Palupi; Muhammad Fizal Hakim; Achmad Miftachul Huda
Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 12 No 2 (2026): Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/investama.v12i2.3117

Abstract

 The announcement of the government's capital injection into Himbara Banks in September 2025 sparked debate regarding the effectiveness of the policy in enhancing investor confidence and maintaining the stability of the banking sector. This policy was viewed as a form of government support to strengthen bank capitalization; however, it could also create perceptions of pressure on banking conditions. This situation was reflected in stock price movements, which indicated varying market responses following the policy announcement. This study is based on Signaling Theory and the concept of Market Efficiency, which explain that public information containing economic value can influence investor behavior and be reflected in stock price changes. The study aims to analyze and provide empirical evidence of differences in Himbara Banks' stock prices before and after the announcement of the government capital injection, as well as to identify the capital market's response to the policy. The research employed a quantitative method using a comparative and event study approach. The data consisted of the closing stock prices of PT Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Negara Indonesia, and PT Bank Tabungan Negara for 15 days before and 15 days after the policy announcement. Data analysis was conducted using descriptive statistics, the Kolmogorov–Smirnov normality test, and the Wilcoxon Signed Rank Test. The findings revealed that the average stock price of Himbara Banks declined from 3,584.58 before the announcement to 3,493.41 afterward. The Wilcoxon test produced an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.001 (<0.05), indicating a significant difference in stock prices before and after the announcement. These findings suggest that the market responded rather negatively to the policy. Therefore, both the government and banking institutions need to improve information transparency to reduce market uncertainty and maintain investor confidence.