Achmad Indra Febrianto
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Promosi Digital Multi-Platform: Implementasinya dalam Meningkatkan Okupansi Penginapan di RedDoorz Achmad Indra Febrianto; Ika Korika Swasti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4982

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi promosi digital multi-platform dalam meningkatkan okupansi penginapan RedDoorz, dengan menelaah efektivitas kanal, proses perencanaan konten, serta respons konsumen terhadap Facebook Marketplace, TikTok, Instagram, dan Twitter. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pada kegiatan pemasaran PT Commeasure Solution Indonesia di wilayah Surabaya selama Agustus-Desember 2025. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan tiga pendamping lapangan yang dipilih secara purposive dan observasi partisipatif terhadap proses produksi konten, penjadwalan publikasi, interaksi pelanggan, serta evaluasi promosi. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi, pengelompokan tema, interpretasi, triangulasi sumber, dan pemeriksaan kembali informasi kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi beberapa platform mampu memperluas jangkauan pasar dan mendukung peningkatan pemesanan kamar. Facebook Marketplace efektif menjangkau konsumen yang mencari penginapan terjangkau, sedangkan TikTok membantu menarik konsumen muda dan kelompok organisasi melalui video singkat. Konten visual yang sederhana, informasi fasilitas yang mudah dipahami, pemanfaatan konten buatan pengguna, serta pembagian voucher secara berkala menjadi unsur penting dalam mendorong interaksi dan keputusan pemesanan. Perencanaan promosi telah dilakukan melalui pemilihan target, penyesuaian bentuk pesan, koordinasi tim, dan evaluasi rutin. Namun, ketidaksesuaian foto, lokasi, dan harga antara informasi digital dengan kondisi aktual masih berpotensi menurunkan kepercayaan konsumen. Penelitian merekomendasikan pengelolaan konten yang konsisten, transparansi harga, respons layanan yang cepat, dan evaluasi berbasis data untuk memperkuat okupansi serta loyalitas pelanggan.