Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Apakah Minat Beli Mampu Memediasi antara Green Marketing Mix dengan Volume Penjualan? Lisa Husen; Farah Chalida; Ratih Hesty
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Green Marketing Mix yang mencakup green product, green price, dan green promotion terhadap volume penjualan, dengan memposisikan minat beli sebagai variabel intervening pada UMKM Furniture Kayu Wood Mood Jepara. Eksplorasi ini didorong oleh meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan yang mengubah preferensi konsumen ke arah produk ramah lingkungan. Fenomena tersebut mengharuskan pelaku usaha sektor kerajinan kayu mengadopsi strategi pemasaran berkelanjutan demi mempertahankan keunggulan kompetitif dan mengoptimalkan performa bisnis mereka. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pelanggan Wood Mood Jepara melalui teknik purposive sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) via aplikasi SmartPLS, melewati tahapan uji validitas, reliabilitas, serta evaluasi outer model dan inner model. Hasil analisis mengungkapkan bahwa green price memiliki kontribusi positif dan signifikan dalam menstimulasi minat beli maupun volume penjualan. Variabel minat beli juga terbukti mampu mendongkrak volume penjualan sekaligus memediasi pengaruh green price secara signifikan. Sebaliknya, aspek green product dan green promotion tidak memperlihatkan dampak signifikan terhadap minat beli ataupun volume penjualan. Realitas ini mengindikasikan bahwa konsumen cenderung memprioritaskan faktor keterjangkauan harga dan nilai fungsional produk ketimbang klaim ramah lingkungan atau kampanye hijau. Implikasinya, pelaku UMKM disarankan menyempurnakan strategi penetapan harga yang kompetitif namun tetap berbasis nilai keberlanjutan demi memicu keputusan pembelian.