Kinerja perawat merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tingginya tuntutan pekerjaan yang dihadapi perawat berpotensi memengaruhi kepuasan kerja dan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kinerja perawat melalui kepuasan kerja pada Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) untuk menguji hubungan antarvariabel secara langsung maupun tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja perawat. Beban kerja yang tinggi, seperti banyaknya target pekerjaan, tekanan kerja, serta kelelahan fisik dan mental, terbukti memengaruhi tingkat kepuasan kerja perawat. Selain itu, beban kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat, yang menunjukkan bahwa tuntutan pekerjaan dapat memengaruhi kemampuan perawat dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada pasien. Namun, kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat. Temuan ini mengindikasikan bahwa perawat tetap mampu mempertahankan kinerja yang baik meskipun tingkat kepuasan kerja yang dirasakan belum optimal. Selanjutnya, kepuasan kerja tidak mampu memediasi pengaruh beban kerja terhadap kinerja perawat. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya pengelolaan beban kerja secara efektif guna menjaga kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan kinerja perawat di lingkungan rumah sakit.