Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kepadatan Penduduk, Belanja Daerah dan Tenaga Kerja terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Provinsi Sumatera Utara Dinda Yusnita; Eddy Pangidoan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9271

Abstract

Pembangunan ekonomi daerah menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan nasional, yang tercermin melalui peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi ekonomi yang besar, namun peningkatan PDRB perlu dianalisis berdasarkan faktor-faktor yang memengaruhinya, seperti kepadatan penduduk, belanja daerah, dan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan penduduk, belanja daerah, dan tenaga kerja secara parsial maupun simultan terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan berupa data panel yang terdiri dari 33 kabupaten/kota selama periode 2020–2023, sehingga menghasilkan 132 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel melalui pemilihan model yang digunakan adalah Fixed Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan penduduk tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Sementara itu, belanja daerah dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Secara simultan, kepadatan penduduk, belanja daerah, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,8090 menunjukkan bahwa 80,90% variasi PDRB dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah perlu difokuskan pada optimalisasi belanja daerah yang produktif serta peningkatan kualitas dan penyerapan tenaga kerja.