Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Losses String terhadap Shading Antar Table Diakibatkan Pergeseran Matahari PLTS Vena Energi Site Sengkol : studi kasus PLTS Vena Energy Site Sengkol Nikmah Izzatul Mukarromah; Royb Fatkhur Rizal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh shading antar table akibat pergeseran posisi matahari terhadap losses energi pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Vena Energy Site Sengkol selama periode Juni–September 2025. Pergeseran posisi matahari menyebabkan perubahan sudut datang cahaya dan arah bayangan yang dapat memengaruhi distribusi radiasi matahari yang diterima modul fotovoltaik. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan mismatch losses pada rangkaian string sehingga mengurangi energi yang dihasilkan sistem. Metode penelitian dilakukan melalui pengambilan data menggunakan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) dengan interval pengukuran setiap satu jam. Data yang diperoleh berupa daya keluaran per string pada Array Box yang kemudian dikonversi menjadi energi harian dalam satuan kilowatt-hour (kWh). Tahapan analisis dilakukan dengan membandingkan nilai energi setiap string pada periode pengamatan untuk mengidentifikasi adanya penurunan energi akibat pengaruh shading. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi energi yang dihasilkan pada setiap string selama periode pengamatan. Pada bulan Juni, energi minimum tercatat sebesar 2197,3 kWh dan maksimum sebesar 2518,5 kWh. Bulan Juli menunjukkan nilai energi terendah sebesar 2192,6 kWh dan maksimum sebesar 2438,3 kWh. Pada bulan Agustus terjadi peningkatan energi dengan nilai minimum 2386,4 kWh dan maksimum 2811,1 kWh, sedangkan bulan September menghasilkan energi tertinggi dengan nilai minimum 2580,5 kWh dan maksimum mencapai 3097,8 kWh. Hasil dokumentasi lapangan menunjukkan adanya bayangan pada beberapa string tertentu yang menyebabkan energi keluaran lebih rendah dibandingkan string lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pergeseran posisi matahari memiliki pengaruh langsung terhadap terbentuknya shading antar table yang menyebabkan losses energi dan berpotensi menurunkan efisiensi serta performa sistem PLTS.
Inovasi Lilin Aromaterapi dari Kulit Nanas untuk Mengurangi Limbah Organik di Dusun Sukoyuwono Nikmah Izzatul Mukarromah; Dhikson Dwi Christiyan; M Reynaldi Pratama; Rania Kartika; Rukshatul Amelia Hasanah; Nabillah Berlian Alhasny; Amanda Aprilia P; Nadinda Dwi Putri Aulya; Naila Iasa Rahajeng; Rheyna Diva Risnanda; Aulia Maulidina Al Zahra; Bayu Arif Muthoali; Johana Elsha Cornelia Ari Witarsa; Nabila Leila Safira; Raden Ahmad; Ana Maulidya Kusuma; R Anggi Arista
Innovative Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 3 (2026): Innovative Journal of Community Engagement
Publisher : Nexus Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63011/ijce.v2i3.30

Abstract

Limbah kulit nanas merupakan limbah organik yang masih belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan, terutama di daerah sentra produksi nanas seperti Dusun Sukoyuwono, Desa Palaan, Kabupaten Malang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah kulit nanas melalui pengembangan lilin aromaterapi yang memiliki nilai tambah ekonomis sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah berbasis prinsip ekonomi sirkular. Metode yang diterapkan meliputi uji coba formulasi produk, sosialisasi, demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi, serta distribusi produk kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa formulasi yang dikembangkan mampu menghasilkan lilin aromaterapi dengan aroma khas nanas, tekstur yang baik, dan tampilan yang menarik melalui pemanfaatan sari serta ampas kulit nanas secara menyeluruh sesuai dengan konsep zero waste. Kegiatan sosialisasi juga memperoleh tanggapan positif dari masyarakat yang tercermin dari meningkatnya pemahaman mengenai pengelolaan limbah organik dan munculnya minat untuk mengembangkan produk sebagai peluang usaha rumahan. Dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan baku utama, inovasi ini memiliki potensi ekonomi yang baik karena biaya produksinya relatif rendah. Secara keseluruhan, kegiatan ini mendukung penerapan ekonomi sirkular serta memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8, SDGs 12, dan SDGs 13.