Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Konsumsi Rumah Tangga Indonesia Berdasarkan Pendapatan Nasional Tahun 2020-2024 Natasya Aura Putri; Alda Letare Natalia; Agel Agel; Syabina Dwi Malika; Dede Ruslan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9410

Abstract

Penelitian ini menganalisis perkembangan konsumsi rumah tangga Indonesia berdasarkan pendapatan nasional selama periode 2020-2024. Fokus kajian diarahkan pada perubahan Produk Domestik Bruto atas dasar harga konstan dan konsumsi rumah tangga sebagai komponen utama pengeluaran nasional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari publikasi Badan Pusat Statistik, terutama Produk Domestik Bruto Indonesia Menurut Pengeluaran 2020-2024. Analisis dilakukan melalui penyajian tabel, perhitungan rasio konsumsi rumah tangga terhadap PDB, serta pembacaan tren grafik untuk menilai kesesuaian data dengan teori konsumsi Keynes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2020 menjadi titik tekanan akibat pandemi Covid-19, ketika aktivitas ekonomi, mobilitas, dan daya beli masyarakat melemah. Setelah itu, PDB harga konstan meningkat dari Rp10.723,0 triliun pada 2020 menjadi Rp12.920,3 triliun pada 2024, sedangkan konsumsi rumah tangga naik dari Rp5.780,2 triliun menjadi Rp6.806,4 triliun. Rasio konsumsi terhadap PDB berada pada kisaran 52,68 persen sampai 53,90 persen, sehingga kontribusinya tetap dominan meskipun sedikit menurun. Pola tersebut memperlihatkan hubungan positif antara pendapatan nasional dan konsumsi rumah tangga. Temuan ini mendukung pandangan Keynes bahwa konsumsi bertambah ketika pendapatan meningkat, meskipun kenaikannya tidak selalu proporsional. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya menjaga pendapatan, kesempatan kerja, dan stabilitas harga agar permintaan domestik tetap kuat dalam mendukung pemulihan serta pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa pemulihan konsumsi tidak hanya dipengaruhi peningkatan output, tetapi juga oleh kebijakan fiskal, pengendalian inflasi, bantuan sosial, dan kepercayaan konsumen. Hasilnya dapat menjadi dasar sederhana bagi mahasiswa dan pembuat kebijakan dalam memahami peran konsumsi pada struktur PDB Indonesia secara berkelanjutan pada masa pemulihan ekonomi nasional berikutnya.