Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Implementasi Pendidikan Karakter 3S oleh Guru Sekolah Dasar terhadap Perilaku Siswa di SD Negeri 6 Langkai Rizky Ahmadil Anhar; Anwar Hadimi; Muhammad Haykal; Christa Sheraya Anatasya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter 3S, yaitu Senyum, Sapa, dan Salam, oleh guru di SD Negeri 6 Langkai serta dampaknya terhadap perilaku siswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya 3S telah diterapkan secara konsisten melalui berbagai kegiatan pembiasaan harian di lingkungan sekolah. Implementasi tersebut tampak pada program penyambutan pagi di gerbang sekolah, pembiasaan memberi salam sebelum memasuki kelas, interaksi santun antara guru dan siswa, serta pengintegrasian nilai 3S dalam proses pembelajaran. Guru berperan penting dalam pelaksanaan pendidikan karakter 3S melalui empat peran utama, yaitu sebagai pendidik, teladan, pembimbing, dan motivator. Sebagai pendidik, guru menanamkan pemahaman tentang pentingnya perilaku sopan dan ramah. Sebagai teladan, guru memberikan contoh langsung dalam berinteraksi. Sebagai pembimbing, guru mengarahkan siswa yang belum terbiasa menerapkan 3S. Sebagai motivator, guru memberi dorongan dan apresiasi terhadap perilaku positif siswa. Dampak penerapan budaya 3S terlihat dari perubahan perilaku sebagian besar siswa yang menjadi lebih sopan, ramah, percaya diri, dan menghormati guru maupun teman. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakter siswa, kurangnya pembiasaan di rumah, serta pengaruh lingkungan keluarga. Dengan demikian, implementasi pendidikan karakter 3S yang konsisten, didukung keteladanan guru dan keterlibatan keluarga, berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak hanya berlangsung melalui materi pelajaran, tetapi juga melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus dalam kehidupan sekolah, terutama melalui interaksi guru dan siswa setiap hari secara nyata bersama.
Pengabdian Mahasiswa KKN-R Universitas Palangka Raya Kelompok 57 di Desa Tambun Raya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Refani Elmiarsinta; Stevani Febby Darmawan; Rizky Ahmadil Anhar; Azharun Nurmadani; Raphael Reynalda; Elviana Sismita Wulandari; Ary Romadhon Sembiring; Agung Prasetyo; Suita Ningsih; Nadiya Nadiya; Ratna Sari; Septiatin Rosi Amelia; Febriyanty M. Rajagukguk; Kimmy Jorgensen; Muhammad Faqih; Siti Ma'rifah
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v4i4.2208

Abstract

The Regular Community Service Program (KKN-R) is a form of community engagement that provides university students with opportunities to apply their knowledge and skills in addressing community needs and challenges. This community service activity aimed to contribute to improving the knowledge, skills, and awareness of the Tambun Raya Village community through programs in education, health, environmental management, village digitalization, and community economic empowerment. The activity was conducted in Tambun Raya Village, Basarang District, Kapuas Regency, Central Kalimantan, from July 14 to August 18, 2026. The method employed was Participatory Action Research (PAR), consisting of field surveys, direct observation, interviews, Focus Group Discussions (FGD), and social mapping. The collected data were analyzed using a descriptive qualitative approach. The programs implemented included assistance in supplementary feeding and stunting prevention education, smart classes, anti-bullying and drug abuse prevention education, waste sorting and Ecobin education, liquid organic fertilizer (POC) production training, village website development, and digital marketing assistance for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) through BERDAYA Digital and Google Maps. The results showed increased community knowledge and awareness in education, health, environmental management, and the use of digital technology, as well as improved skills in organic waste utilization and MSME digital marketing. The activities also strengthened collaboration among students, village government, schools, MSME actors, farmer groups, and the community in supporting village independence and sustainable development.