Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter 3S, yaitu Senyum, Sapa, dan Salam, oleh guru di SD Negeri 6 Langkai serta dampaknya terhadap perilaku siswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya 3S telah diterapkan secara konsisten melalui berbagai kegiatan pembiasaan harian di lingkungan sekolah. Implementasi tersebut tampak pada program penyambutan pagi di gerbang sekolah, pembiasaan memberi salam sebelum memasuki kelas, interaksi santun antara guru dan siswa, serta pengintegrasian nilai 3S dalam proses pembelajaran. Guru berperan penting dalam pelaksanaan pendidikan karakter 3S melalui empat peran utama, yaitu sebagai pendidik, teladan, pembimbing, dan motivator. Sebagai pendidik, guru menanamkan pemahaman tentang pentingnya perilaku sopan dan ramah. Sebagai teladan, guru memberikan contoh langsung dalam berinteraksi. Sebagai pembimbing, guru mengarahkan siswa yang belum terbiasa menerapkan 3S. Sebagai motivator, guru memberi dorongan dan apresiasi terhadap perilaku positif siswa. Dampak penerapan budaya 3S terlihat dari perubahan perilaku sebagian besar siswa yang menjadi lebih sopan, ramah, percaya diri, dan menghormati guru maupun teman. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakter siswa, kurangnya pembiasaan di rumah, serta pengaruh lingkungan keluarga. Dengan demikian, implementasi pendidikan karakter 3S yang konsisten, didukung keteladanan guru dan keterlibatan keluarga, berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak hanya berlangsung melalui materi pelajaran, tetapi juga melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus dalam kehidupan sekolah, terutama melalui interaksi guru dan siswa setiap hari secara nyata bersama.