Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diversifikasi Portofolio dan Minimasi Risiko Tidak Sistematis: Bukti Empiris dari Indeks LQ45 BEI 2017-2024 Putri Angelita Br Purba; Depita Sinaga; Yudi Putra Pratama Silalahi; Jumay Eferta Tarigan; Putri Kemala Dewi Lubis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9471

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran diversifikasi portofolio dalam meminimalkan risiko tidak sistematis pada saham-saham Indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia periode 2017-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh dari publikasi Bursa Efek Indonesia, data historis indeks LQ45, laporan pasar modal, serta literatur ilmiah mengenai teori portofolio, risiko investasi, dan pembentukan portofolio optimal. Analisis dilakukan dengan menelaah perkembangan nilai penutupan tahunan LQ45, tingkat pengembalian tahunan, karakteristik risiko sistematis dan tidak sistematis, serta prinsip diversifikasi berdasarkan teori portofolio modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indeks LQ45 mengalami dinamika return yang fluktuatif selama periode pengamatan, yaitu meningkat kuat pada 2017, melemah pada 2018, 2020, 2021, dan 2024, serta bergerak positif terbatas pada 2019, 2022, dan 2023. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa saham berlikuiditas tinggi tetap memiliki risiko pasar dan risiko spesifik emiten. Diversifikasi portofolio berperan penting dalam menekan risiko tidak sistematis karena penyebaran investasi pada beberapa saham dan sektor dapat mengurangi dampak negatif dari penurunan kinerja satu perusahaan tertentu. Namun, diversifikasi tidak dapat menghilangkan risiko sistematis yang bersumber dari perubahan ekonomi makro, pandemi, suku bunga, inflasi, nilai tukar, dan sentimen global. Penelitian ini menegaskan bahwa diversifikasi yang efektif bukan sekadar memperbanyak jumlah saham, melainkan menyusun kombinasi saham dengan karakteristik sektor, volatilitas, dan korelasi yang berbeda. Temuan ini memberikan implikasi bagi investor agar membangun portofolio secara rasional, terukur, dan dievaluasi berkala berdasarkan kondisi pasar. Selain itu, hasil kajian memperlihatkan pentingnya literasi risiko bagi investor pemula agar keputusan pembelian saham tidak hanya didasarkan pada popularitas indeks, tetapi juga pada analisis portofolio yang lebih matang
Analisis Pengambilan Keputusan Biaya Produksi dan Penetapan Harga pada Usaha Dagang: Studi Kasus UD Sinar Depita Sinaga; Putri Angelita Purba; Siska Lumbanbatu; Yescenia Sigiro; Evi Syuriani Harahap
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9932

Abstract

Pengambilan keputusan terkait biaya operasional dan penetapan harga jual merupakan aspek penting dalam menjaga keberlangsungan usaha serta meningkatkan daya saing perusahaan dagang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan biaya operasional dan strategi penetapan harga jual yang diterapkan pada UD Sinar dalam menjalankan aktivitas usahanya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai praktik pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemilik usaha. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pemilik UD Sinar sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya operasional UD Sinar terdiri atas biaya tenaga kerja, biaya pengadaan barang dagangan berupa semen, pasir, dan besi, serta biaya eksternal nonformal yang turut memengaruhi aktivitas usaha. Tantangan utama yang dihadapi perusahaan adalah fluktuasi harga barang dari pemasok yang terjadi secara berkala sehingga berdampak pada pengendalian biaya operasional dan tingkat profitabilitas usaha. Dalam menetapkan harga jual, UD Sinar menerapkan kombinasi pendekatan berbasis biaya (cost-based pricing), persaingan (competition-based pricing), dan permintaan pasar (demand-based pricing). Penetapan harga dilakukan dengan mempertimbangkan harga beli dari pemasok, harga yang ditawarkan oleh pesaing, serta daya beli konsumen di pasar. Untuk mempertahankan profitabilitas dan meningkatkan daya saing, UD Sinar menerapkan strategi pembelian barang dalam jumlah besar langsung dari pabrik guna memperoleh harga yang lebih kompetitif. Selain itu, perusahaan juga memperluas sumber pendapatan melalui keterlibatan dalam berbagai proyek pemerintah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan masih didominasi oleh pengalaman dan pertimbangan praktis pemilik usaha. Meskipun demikian, strategi yang diterapkan terbukti mampu mendukung keberlangsungan usaha di tengah dinamika persaingan dan ketidakpastian pasar. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemanfaatan informasi biaya sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial dan penetapan harga jual yang efektif pada usaha dagang.