Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Systematic Literature Review: Barisan Fibonacci sebagai Konteks Pengembangan Self-Regulated Learning dalam Pembelajaran Matematika Dhea Arsita Sari; Azainil Azainil; Ariantje Dimpudus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi Barisan Fibonacci sebagai konteks pengembangan Self-Regulated Learning (SRL) dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Self-Regulated Learning merupakan kemampuan siswa dalam merencanakan, memantau, mengendalikan, dan mengevaluasi proses belajar secara mandiri sehingga siswa mampu mengembangkan tanggung jawab, disiplin, dan kesadaran terhadap proses belajarnya. Barisan Fibonacci dipilih karena memiliki karakteristik pola, rekursi, dan keterkaitan dengan berbagai fenomena alam, seni, arsitektur, serta budaya yang dapat mendukung pembelajaran matematika yang kontekstual, menarik, dan bermakna. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel ilmiah yang diperoleh dari database Google Scholar, ERIC, Scopus, ScienceDirect, dan GARUDA. Proses kajian mengikuti tahapan PRISMA yang meliputi identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel berdasarkan kriteria relevansi, kualitas, dan keterbaruan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan Barisan Fibonacci dalam pembelajaran matematika mampu mendukung perkembangan berbagai dimensi SRL, seperti penetapan tujuan belajar, pemantauan diri, regulasi strategi, motivasi intrinsik, evaluasi diri, serta kemampuan reflektif siswa. Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis etnomatematika, proyek, pemecahan masalah terbuka, dan pemrograman reflektif yang memanfaatkan konteks Fibonacci terbukti meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konsep, kreativitas, kemampuan berpikir logis, komunikasi matematis, dan partisipasi aktif siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa Barisan Fibonacci tidak hanya berfungsi sebagai materi matematika, tetapi juga sebagai konteks pembelajaran inovatif yang efektif dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa pada pembelajaran matematika abad ke-21.