Excelinda Putri Arta Lelana
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengalaman Generasi Z dalam Menggunakan Voucher Tiktok di Surabaya (Studi Kasus pada Subjek N01, N02, dan N03) Reyvanda Meila Masyithoh; Excelinda Putri Arta Lelana; Sonia Erza Putri Maharizqi; Adelia Kurnia Lestari; Tan Evan Tandiyono; Gustaf Naufan Febrianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9709

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mendorong transformasi TikTok dari sekadar platform hiburan menjadi ekosistem social commerce yang berpengaruh dalam membentuk perilaku konsumen, terutama melalui penggunaan voucher digital pada produk makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman Generasi Z di Surabaya dalam memanfaatkan voucher TikTok serta memahami pengaruhnya terhadap minat beli dan keputusan pembelian. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan perempuan Generasi Z yang aktif menggunakan TikTok dan berdomisili di wilayah Surabaya-Sidoarjo selama periode Maret hingga Juni 2026. Analisis dilakukan melalui proses pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi tematik terhadap pengalaman informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa voucher TikTok berfungsi sebagai stimulus ekonomi dan psikologis yang kuat dalam meningkatkan minat beli, mendorong keputusan pembelian, serta memicu perilaku pembelian impulsif ketika informan terpapar konten promosi pada For You Page (FYP) dan live streaming. Selain memberikan manfaat berupa penghematan, kemudahan transaksi digital, serta kepuasan emosional, penggunaan voucher juga memunculkan dampak negatif berupa ketergantungan pada promo, ilusi penghematan, dan peningkatan frekuensi belanja yang tidak terencana. Temuan penelitian mengungkap adanya fenomena price victory standard, skeptisisme terhadap influencer, preferensi klaim voucher manual, solidaritas digital melalui penggunaan banyak akun, serta pemanfaatan aktivitas berburu voucher sebagai mood booster dan mekanisme pelarian dari kejenuhan kerja. Temuan ini memperkaya kajian perilaku konsumen digital kontemporer di Indonesia.