Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan e-wallet terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Universitas Negeri Medan. Perkembangan pembayaran digital membuat mahasiswa semakin mudah melakukan transaksi untuk makanan, transportasi, layanan digital, belanja daring, dan kebutuhan akademik. Kemudahan, promosi, cashback, keamanan, serta integrasi e-wallet dengan marketplace dapat mempercepat keputusan pembelian, tetapi juga berpotensi mendorong konsumsi impulsif apabila tidak disertai literasi keuangan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan rancangan survei terhadap 50 mahasiswa aktif Universitas Negeri Medan yang pernah menggunakan e-wallet. Variabel penggunaan e-wallet diukur melalui frekuensi penggunaan, kemudahan, manfaat, keamanan, dan promosi. Variabel perilaku konsumsi diukur melalui intensitas pembelian, pembelian impulsif, prioritas kebutuhan, pengendalian pengeluaran, dan evaluasi transaksi. Data dianalisis menggunakan tabulasi, persentase, interpretasi skor rata-rata, dan model regresi linear sederhana. Hasil kajian menunjukkan penggunaan e-wallet cenderung memengaruhi perubahan perilaku konsumsi mahasiswa. Semakin sering mahasiswa menggunakan e-wallet, semakin besar peluang terjadinya transaksi spontan, terutama ketika tersedia diskon, voucher, gratis ongkir, atau promosi berbatas waktu. Namun, e-wallet juga memberi manfaat positif berupa efisiensi pembayaran, pencatatan transaksi, fleksibilitas, dan peningkatan akses terhadap layanan keuangan digital. Temuan ini menegaskan bahwa dampak e-wallet tidak selalu negatif, tetapi sangat bergantung pada kemampuan mahasiswa mengelola anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengevaluasi riwayat transaksi. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi mahasiswa, dosen, dan pengambil kebijakan kampus dalam memperkuat literasi keuangan digital, membangun kebiasaan belanja terencana, dan memanfaatkan teknologi pembayaran secara bijak, aman, produktif, dan bertanggung jawab. Dengan pengelolaan yang tepat, e-wallet dapat menjadi alat bantu keuangan pribadi yang mendukung efisiensi transaksi tanpa mengabaikan rasionalitas konsumsi mahasiswa sehari-hari.