Fazahada Darmawangsa Putra
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Fasilitator Pendamping dalam Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM Nasabah BTPN Syariah di MMS Krembung Sidoarjo Fazahada Darmawangsa Putra; Tri Kartika Pertiwi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9733

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor ekonomi paling strategis yang memainkan peran sangat penting dalam pemulihan dan pertumbuhan perekonomian nasional secara berkelanjutan. UMKM diakui secara luas sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia yang berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja, pengentasan kemiskinan, dan pemerataan pendapatan di berbagai lapisan masyarakat. Di wilayah Krembung, Sidoarjo, mayoritas perempuan—khususnya para ibu yang menjadi nasabah BTPN Syariah—merupakan pelaku usaha pra-sejahtera yang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarganya di tengah berbagai tantangan ekonomi dan struktural. Menyadari kondisi kritis tersebut, PT Bank BTPN Syariah Tbk merancang dan mengimplementasikan program pendampingan UMKM yang komprehensif melalui pendekatan pemberdayaan perempuan di berbagai wilayah pedesaan Indonesia. Program ini dikenal dengan nama Program Bestee, yang secara khusus bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi, literasi keuangan, dan kapasitas kewirausahaan para nasabah. Tujuan utama dari kegiatan pendampingan ini adalah menyalurkan niat baik kelembagaan ke dalam bantuan nyata bagi para pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya secara lebih efektif dan berkelanjutan. Peran Fasilitator Pendamping dalam Program Bestee dilaksanakan melalui serangkaian tahapan yang sistematis, dimulai dari assessment awal kondisi usaha nasabah, analisis SWOT, penyampaian materi pelatihan terstruktur, praktik langsung, sesi penutupan formal, hingga evaluasi komprehensif sebagai tahap akhir dalam setiap siklus kegiatan. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendokumentasikan dan menganalisis implementasi proses fasilitasi beserta dampaknya terhadap kapasitas pengembangan usaha nasabah BTPN Syariah di wilayah MMS Krembung.