Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Self-Control dalam Pengambilan Keputusan: A Literature Review Theopilus Kurniawan Rubaklangi; Arifuddin Arifuddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9748

Abstract

Pengambilan keputusan merupakan proses penting yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan individu, baik dalam bidang keuangan, pendidikan, maupun konsumsi. Kualitas keputusan yang diambil tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan kognitif, tetapi juga oleh faktor psikologis, salah satunya self-control. Di era digital, individu dihadapkan pada berbagai stimulus yang dapat mendorong perilaku impulsif sehingga kemampuan pengendalian diri menjadi semakin penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran self-control dalam pengambilan keputusan berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan sumber data berupa artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar dan jurnal nasional terakreditasi. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh tujuh artikel yang diterbitkan pada tahun 2025–2026 dan relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi pola, persamaan, perbedaan, dan kesenjangan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa self-control memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Individu dengan tingkat self-control yang tinggi cenderung mampu mengendalikan impuls, emosi, dan perilaku sehingga dapat mengambil keputusan yang lebih rasional dan terarah. Self-control ditemukan berpengaruh dalam berbagai konteks, seperti pengelolaan keuangan pribadi, keputusan investasi, perilaku konsumtif, dan keputusan pembelian. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa self-control berperan sebagai variabel mediasi maupun moderasi. Temuan ini menunjukkan bahwa self-control merupakan mekanisme psikologis yang mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan membantu mengurangi perilaku impulsif. Namun, efektivitas self-control dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti literasi keuangan, behavioral bias, dan lingkungan sosial. Kajian ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian masih berfokus pada konteks keuangan dan perilaku konsumtif, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut pada bidang akademik, kesehatan, karier, dan organisasi. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi peningkatan pengendalian diri untuk mendukung kualitas keputusan yang lebih efektif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada tujuan jangka panjang dalam berbagai situasi kehidupan individu modern.
Peran Kepemimpinan Transformasional dan Kerja Sama Tim dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan: A Literature Review Theopilus Kurniawan Rubaklangi; Idayanti Nursyamsi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.13633

Abstract

Perubahan lingkungan bisnis menuntut organisasi memiliki pemimpin yang mampu membangun visi, memberdayakan anggota, dan menciptakan kolaborasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan transformasional dan kerja sama tim dalam meningkatkan kinerja karyawan berdasarkan sintesis penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap 15 artikel yang terbit pada 2022–2025. Artikel dipilih berdasarkan kesesuaian topik kepemimpinan, kerja sama tim, motivasi, kepuasan kerja, dan kinerja pada beragam konteks organisasi. Data dianalisis melalui reduksi, pengelompokan tema, perbandingan hasil, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional secara konsisten berhubungan dengan peningkatan motivasi, produktivitas, kreativitas, kepuasan kerja, komunikasi, dan efektivitas tim. Kerja sama tim pada sebagian besar penelitian juga meningkatkan kinerja secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi dan kepuasan kerja. Namun, terdapat satu temuan yang menunjukkan bahwa kerja sama tim tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja, sehingga efektivitasnya bergantung pada lingkungan kerja, kejelasan peran, koordinasi, dan dukungan pemimpin. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan tim belum tentu menghasilkan kinerja optimal apabila anggota tidak memiliki tujuan bersama, pembagian tanggung jawab yang jelas, kepercayaan, dan komunikasi terbuka. Sintesis ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional dan kerja sama tim tidak berdiri sendiri. Pemimpin membentuk arah, keteladanan, komunikasi, dan pemberdayaan, sedangkan tim menerjemahkan arah tersebut menjadi koordinasi serta pencapaian tugas. Motivasi dan kepuasan kerja berperan sebagai mekanisme yang memperkuat hubungan antara kepemimpinan, kolaborasi, dan kinerja. Organisasi perlu mengintegrasikan pengembangan kompetensi pemimpin dengan penguatan mekanisme kolaborasi agar peningkatan kinerja berlangsung secara berkelanjutan. Implikasi kajian menekankan pelatihan kepemimpinan, evaluasi tim, komunikasi konsisten, serta dukungan dan penghargaan adil bagi anggota organisasi.