Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Strategi Public Relations dalam Memperbaiki Citra Danantara di Tengah Sentimen Negatif Publik Muhammad Hafidz Fadhlurrohman; Prastyo W.U; Joko S.; Reyno R.; Bayu S.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9774

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi public relations dalam memperbaiki citra Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di tengah berkembangnya sentimen negatif publik. Permasalahan penelitian berangkat dari munculnya keraguan masyarakat terhadap transparansi pengelolaan investasi, tata kelola lembaga, mekanisme pengawasan, potensi intervensi politik, dan risiko penyalahgunaan aset negara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, observasi pemberitaan media daring, pernyataan resmi, konferensi pers, media sosial, artikel ilmiah, serta informasi publik yang berkaitan dengan Danantara. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber. Penelitian menggunakan Situational Crisis Communication Theory sebagai landasan untuk mengidentifikasi karakter krisis dan strategi respons organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen negatif terhadap Danantara berkaitan dengan rendahnya kepercayaan publik akibat pengalaman kasus tata kelola pada sejumlah badan usaha milik negara. Strategi public relations yang relevan meliputi komunikasi publik secara terbuka, media relations, konferensi pers, pemanfaatan media digital, klarifikasi informasi, serta penguatan transparansi dan tata kelola. Pendekatan rebuild strategy dan diminish strategy dapat digunakan secara terpadu untuk mengurangi kesalahpahaman dan membangun kembali legitimasi organisasi. Keberhasilan strategi tersebut bergantung pada konsistensi antara komunikasi, keterbukaan informasi, akuntabilitas, pengawasan, dan tindakan nyata Danantara dalam mengelola investasi negara secara profesional.