Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Beban Kerja Guru (Studi kasus UPT SPF SD Inpres Tidung II Kota Makassar) Putri Ariandini; Muh. Ardiansyah; Sumarlin Mus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif beban kerja guru di UPT SPF SD Inpres Tidung II Kota Makassar berdasarkan lima dimensi utama, yaitu: beban kerja pembelajaran, beban tugas tambahan, beban tugas administratif, beban pengembangan diri dan keprofesian, serta keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan layanan siswa. Kelima dimensi tersebut dipilih berdasarkan kajian literatur mendalam dan regulasi yang berlaku sebagai representasi menyeluruh tanggung jawab profesional guru sekolah dasar di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi sebanyak 24 guru. Melalui teknik sampling jenuh, seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan menggunakan instrumen angket yang valid dan reliabel, serta diperkuat teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif melalui distribusi frekuensi dan persentase guna menggambarkan kondisi aktual secara objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan beban kerja guru berada dalam kategori sesuai standar. Pada dimensi pembelajaran, mayoritas guru mengajar sesuai rentang waktu ketentuan Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025. Dimensi tugas tambahan (wali kelas dan kepanitiaan) serta tugas administratif (pengelolaan Dapodik dan e-Rapor) berjalan efisien tanpa mengganggu peran utama. Guru juga berpartisipasi baik dalam pengembangan keprofesian. Namun, keterlibatan dalam ekstrakurikuler dan layanan siswa memberikan hasil yang relatif lebih rendah. Penelitian menyimpulkan bahwa beban kerja telah dikelola secara efektif dan proporsional, meski perlu peningkatan pada aspek ekstrakurikuler demi pengembangan siswa yang holistik.