Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penentuan Interval Preventive Maintenance PSD Seal pada Mesin Portable Spot Welding Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance Gayuh Lemadi; Fuad Faisal; Doddy Lombardo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9803

Abstract

Gangguan operasional akibat kerusakan mesin menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan efektivitas proses produksi pada industri manufaktur otomotif. Salah satu peralatan yang berperan penting dalam proses perakitan bodi kendaraan adalah mesin Portable Spot Welding (PSW), yang membutuhkan tingkat keandalan tinggi untuk menjaga kontinuitas produksi. Penelitian ini bertujuan menentukan interval preventive maintenance yang optimal pada komponen PSD Seal menggunakan pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM). Data penelitian diperoleh dari catatan historis kerusakan mesin PSW selama periode Juni–November 2025 yang mencakup 16 kejadian kerusakan dengan total downtime sebesar 637 menit. Tahap analisis dilakukan melalui identifikasi komponen kritis menggunakan diagram Pareto, evaluasi risiko kegagalan dengan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), pengujian distribusi probabilitas, serta perhitungan parameter keandalan menggunakan perangkat lunak Minitab 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSD Seal merupakan komponen yang memberikan kontribusi downtime terbesar, yaitu 372 menit atau 58,4% dari total downtime. Analisis distribusi menunjukkan bahwa data Time Between Failure mengikuti distribusi Weibull dengan parameter β sebesar 2,7368 dan θ sebesar 193,11 jam, sedangkan data Time To Repair mengikuti distribusi Lognormal dengan nilai MTTR sebesar 0,2081 jam. Nilai MTBF yang diperoleh sebesar 233,79 jam dengan reliabilitas komponen sebesar 20,31% pada umur tersebut. Simulasi preventive maintenance menunjukkan bahwa interval pemeliharaan setiap 84 jam mampu mempertahankan reliabilitas di atas 94% serta menghasilkan potensi penghematan biaya lebih dari Rp200 juta dalam periode enam bulan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan RCM dapat menjadi dasar yang efektif dalam penyusunan kebijakan pemeliharaan berbasis keandalan untuk meningkatkan kinerja operasional mesin PSW.