Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

REGRESSION NONPARAMETRIC SPLINE ESTIMATION ON BLOOD GLUCOSE OF INPATIENTS DIABETES MELLITUS AT SAMARINDA HOSPITAL Sari, Ar Ruum Mia; Sifriyani, Sifriyani; Huda, Mohammad Nurul
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 17 No 1 (2023): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Applications
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.356 KB) | DOI: 10.30598/barekengvol17iss1pp0147-0154

Abstract

This study used a biresponse nonparametric regression method with truncated spline estimation that used two response variables. Nonparametric regression method is used when the regression curve is not known for its shape and pattern.One of the nonparametric regression model approaches that is often used is the spline. The truncated spline approach has a segmented polynomial function that provides flexibility. The data used in the study were blood glucose levels in patients with diabetes mellitus, cholesterol levels, and triglyceride levels in 2020. From the results of the study, the best nonparametric biresponse spline truncated regression model with three knot points has been obtained where the minimum GCV value is and has the an value of .
Kekuatan Akta Otentik dan Akta Dibawah Tangan dalam Proses Pembuktian Peradilan Perdata Mohammad Nurul Huda; Bagus Imam Faisal
Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Vol 6 No 2 (2026): Juli
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/jkih.v6i2.986

Abstract

Pembuktian merupakan tahapan penting dalam proses peradilan perdata karena menjadi dasar bagi hakim untuk menilai kebenaran dalil para pihak. Salah satu alat bukti yang memiliki peranan penting adalah bukti tertulis, yaitu akta otentik dan akta di bawah tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan pembuktian kedua jenis akta tersebut dalam proses pembuktian peradilan perdata. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akta otentik memiliki kekuatan pembuktian sempurna dan mengikat, mencakup kekuatan pembuktian lahir, formil, dan materiil, sehingga dapat berdiri sendiri tanpa memerlukan alat bukti lain selama tidak dibuktikan sebaliknya. Akta di bawah tangan juga memiliki kekuatan pembuktian sempurna apabila isi dan tanda tangannya diakui oleh para pihak. Namun, apabila disangkal, pihak yang mengajukannya wajib membuktikan keabsahannya. Dengan demikian, akta otentik memiliki tingkat kepastian hukum yang lebih tinggi dibandingkan akta di bawah tangan karena dibuat oleh atau di hadapan pejabat umum yang berwenang.