Jembatan berfungsi sebagai infrastruktur transportasi krusial yang mendukung pergerakan masyarakat, kelancaran distribusi logistik, dan akselerasi pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.. Seiring meningkatnya volume lalu lintas, kapasitas beberapa jembatan eksisting tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pengguna jalan. Salah satu kondisi tersebut terjadi pada Jembatan Bendungan Tirtanegara yang memiliki lebar jalan eksisting sekitar 1,8 m sehingga belum mampu mengakomodasi pergerakan kendaraan secara optimal dan menyulitkan kendaraan saat berpapasan. Oleh sebab itu, jembatan perlu diperlebar guna menyiasati lonjakan volume kendaraan sekaligus menjamin keamanan serta kenyamanan para pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan merencanakan desain jembatan beton bertulang sistem balok-T dengan pelebaran kapasitas jalan berdasarkan pembebanan SNI 1725:2016 dan analisis struktur menggunakan SAP2000. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif yang difokuskan pada pendekatan analisis dan perancangan struktural. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, perencanaan dimensi elemen struktur, perhitungan pembebanan, pemodelan struktur menggunakan SAP2000, serta evaluasi kekuatan struktur terhadap momen lentur dan gaya geser. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa lebar jembatan diperbesar menjadi 8,0 m yang terdiri atas dua lajur lalu lintas selebar 3,5 m dan trotoar selebar 0,5 m pada masing-masing sisi. Hasil analisis menunjukkan momen ultimit maksimum sebesar 742,31 kNm masih lebih kecil dibandingkan kapasitas momen ultimit sebesar 5.267,56 kNm, sedangkan gaya geser maksimum sebesar 269,82 kN masih lebih kecil dibandingkan kapasitas geser maksimum sebesar 2.464,73 kN. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa struktur memenuhi persyaratan kekuatan, kekakuan, dan stabilitas sesuai ketentuan SNI 1725:2016 sehingga desain jembatan balok-T yang direncanakan dinyatakan aman dan layak diterapkan sebagai solusi pelebaran kapasitas jalan pada Jembatan Bendungan Tirtanegara.