Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Dampak Fluktuasi Inflasi terhadap Pendapatan Nasional: Studi Literatur Putri Nabila; Hendra Riofita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fluktuasi inflasi terhadap pendapatan nasional melalui pendekatan studi literatur. Inflasi merupakan salah satu indikator makroekonomi yang memiliki pengaruh penting terhadap stabilitas dan kinerja perekonomian suatu negara. Perubahan tingkat inflasi dapat memengaruhi berbagai aktivitas ekonomi, seperti konsumsi masyarakat, investasi, produksi, serta distribusi pendapatan yang pada akhirnya berdampak pada pendapatan nasional. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi jurnal, buku, laporan penelitian, dan publikasi akademik lainnya yang berkaitan dengan inflasi dan pendapatan nasional. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi pola hubungan, faktor yang memengaruhi, serta dampak yang ditimbulkan oleh fluktuasi inflasi terhadap perekonomian. Hasil kajian menunjukkan bahwa inflasi yang berada pada tingkat rendah dan stabil cenderung mendukung pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi, investasi, dan aktivitas produksi sehingga berkontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan nasional. Sebaliknya, inflasi yang tinggi dan tidak terkendali dapat menurunkan daya beli masyarakat, meningkatkan biaya produksi, menghambat investasi, serta menciptakan ketidakpastian ekonomi yang berdampak negatif terhadap pendapatan nasional. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pengendalian inflasi yang efektif dan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas ekonomi serta mendukung peningkatan pendapatan nasional dalam jangka panjang. Temuan ini menegaskan pentingnya koordinasi kebijakan moneter dan fiskal secara konsisten berkelanjutan nasional.