Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Musyawarah Perkawinan di Kecamatan Paguyaman Pantai Iyan Tahir; Rauf A. Hatu; Yowan Tamu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika musyawarah perkawinan serta menganalisis faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam proses musyawarah perkawinan di Kecamatan Paguyaman Pantai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori Pertukaran Sosial George C. Homans digunakan untuk menjelaskan proses interaksi dan negosiasi yang terjadi dalam musyawarah perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musyawarah perkawinan merupakan arena pertukaran sosial yang mempertemukan harapan, kepentingan, dan kemampuan kedua belah pihak keluarga. Proses musyawarah tidak selalu berlangsung dalam satu kali pertemuan, tetapi sering melibatkan negosiasi berulang hingga tercapai kesepakatan bersama. Faktor-faktor yang memengaruhi jalannya musyawarah meliputi kemampuan ekonomi calon mempelai laki-laki, nilai-nilai adat dan budaya, serta status sosial yang berkaitan dengan tingkat pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan kedudukan keluarga dalam masyarakat. Perbedaan antara harapan keluarga perempuan dan kemampuan ekonomi pihak laki-laki sering menjadi kendala yang menyebabkan negosiasi berlangsung lebih lama bahkan berpotensi menunda pelaksanaan perkawinan. Dengan demikian, musyawarah perkawinan tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme adat, tetapi juga sebagai proses sosial yang melibatkan pertukaran kepentingan dan pencapaian kesepakatan antarkeluarga. Dengan demikian, musyawarah perkawinan memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya sekaligus menyesuaikannya dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terus berkembang.