Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing, social media marketing, dan electronic word of mouth terhadap purchase intention pada brand fashion muslimah. Perkembangan industri fashion muslimah yang semakin kompetitif mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan strategi pemasaran digital secara lebih efektif, terutama melalui figur influencer, aktivitas media sosial, serta ulasan dan rekomendasi konsumen di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 85 responden yang merupakan konsumen fashion muslimah, aktif menggunakan media sosial, dan pernah melihat promosi produk fashion muslimah melalui influencer atau media sosial. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dengan skala Likert 1–5, kemudian dianalisis melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, koefisien determinasi, uji Chi-Square, dan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen valid dan reliabel, serta model regresi memenuhi asumsi klasik. Secara parsial, influencer marketing, social media marketing, dan electronic word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap purchase intention dengan nilai R Square sebesar 0,618, yang berarti 61,8% variasi purchase intention dapat dijelaskan oleh model penelitian. Social media marketing menjadi variabel dengan pengaruh relatif paling dominan. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara media sosial utama dan status pembelian, sedangkan uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan purchase intention berdasarkan tingkat pendidikan. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pemasaran digital yang terintegrasi melalui influencer yang kredibel, konten media sosial yang menarik, serta ulasan konsumen yang positif dapat memperkuat niat beli konsumen pada brand fashion muslimah.