Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Front Office dan Admin Operasional dalam Menunjang Kualitas Pelayanan Jamaah di Tengah Kenaikan Fuel Surcharge Umrah Mauludia Mugianto; Burhan Starfrezar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10159

Abstract

This study aims to analyze the role of front office and operational administration in supporting the quality of pilgrim service at an Umrah travel company amidst the increase in aviation fuel surcharges. The study used a qualitative approach using the Systematic Literature Review (SLR) method based on PRISMA guidelines, supported by observations and interviews during an internship at an Umrah travel company. Data sources were obtained from SINTA 5-accredited national journals, Google Scholar, field observations, interviews, and company documentation. The results indicate that the front office plays a crucial role in establishing communication, providing information, and addressing pilgrim needs and complaints. Meanwhile, operational administration plays a role in managing travel administration, such as visa processing, ticketing, departure schedules, and coordinating pilgrim operations. The study also shows that the increase in aviation fuel surcharges has resulted in increased operational costs and adjustments to Umrah package prices, requiring travel companies to implement service adaptation strategies and operational efficiency. Furthermore, the use of digital communication and strong coordination between company departments helps improve the effectiveness of pilgrim service. Thus, the quality of Umrah travel services is influenced by the ability of the front office and operational administration to provide professional, communicative, and organized service amidst the dynamics of the Umrah travel industry.
Analisis Peran Koperasi dalam Mendukung Pemberdayaan Ekonomi Anggota: Studi pada Koperasi Konsumen Setia Bhakti Wanita Surabaya Ellya Novita Devianti; Burhan Starfrezar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Koperasi Konsumen Setia Bhakti Wanita Surabaya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi anggota melalui layanan koperasi, penerapan sistem tanggung renteng, pendampingan, serta penguatan budaya organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung selama kegiatan magang, wawancara semi-terstruktur dengan pengurus, karyawan, pendamping lapangan, penanggung jawab kelompok, dan anggota, serta dokumentasi terhadap profil, kegiatan, dan administrasi koperasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi berperan penting dalam memperluas akses permodalan, meningkatkan kapasitas ekonomi, memperkuat partisipasi anggota, dan membangun jaringan sosial yang mendukung kemandirian. Sistem tanggung renteng tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengendalian risiko pembiayaan, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kepercayaan, solidaritas, tanggung jawab bersama, dan proses pembelajaran antaranggota. Peran Pembina atau Pendamping Lapangan dan Penanggung Jawab Kelompok turut memastikan pembinaan, komunikasi, pengawasan, serta penyelesaian masalah berjalan secara berkelanjutan. Selain itu, nilai kebersamaan, keterbukaan, gotong royong, musyawarah, dan tanggung jawab memperkuat budaya organisasi koperasi. Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi anggota tidak hanya ditentukan oleh akses modal, tetapi juga oleh modal sosial, pendampingan, partisipasi aktif, dan budaya organisasi yang mendukung keberlanjutan koperasi.