Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Peran Koperasi dalam Mendukung Pemberdayaan Ekonomi Anggota: Studi pada Koperasi Konsumen Setia Bhakti Wanita Surabaya Ellya Novita Devianti; Burhan Starfrezar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Koperasi Konsumen Setia Bhakti Wanita Surabaya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi anggota melalui layanan koperasi, penerapan sistem tanggung renteng, pendampingan, serta penguatan budaya organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung selama kegiatan magang, wawancara semi-terstruktur dengan pengurus, karyawan, pendamping lapangan, penanggung jawab kelompok, dan anggota, serta dokumentasi terhadap profil, kegiatan, dan administrasi koperasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi berperan penting dalam memperluas akses permodalan, meningkatkan kapasitas ekonomi, memperkuat partisipasi anggota, dan membangun jaringan sosial yang mendukung kemandirian. Sistem tanggung renteng tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengendalian risiko pembiayaan, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kepercayaan, solidaritas, tanggung jawab bersama, dan proses pembelajaran antaranggota. Peran Pembina atau Pendamping Lapangan dan Penanggung Jawab Kelompok turut memastikan pembinaan, komunikasi, pengawasan, serta penyelesaian masalah berjalan secara berkelanjutan. Selain itu, nilai kebersamaan, keterbukaan, gotong royong, musyawarah, dan tanggung jawab memperkuat budaya organisasi koperasi. Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi anggota tidak hanya ditentukan oleh akses modal, tetapi juga oleh modal sosial, pendampingan, partisipasi aktif, dan budaya organisasi yang mendukung keberlanjutan koperasi.