Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Masyarakat tentang Perempuan Bertato (Studi Kasus Di Desa Ibolian, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara) Fikran Ahmad; Ridwan Ibrahim; Rudy Harold
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10187

Abstract

Persepsi masyarakat terhadap perempuan bertato merupakan fenomena sosial yang dipengaruhi oleh nilai agama, adat, budaya, serta konstruksi sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap perempuan bertato, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya persepsi tersebut, serta mendeskripsikan upaya perempuan bertato dalam memperoleh penerimaan sosial di Desa Ibolian, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, aparat desa, serta perempuan bertato sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat masih memiliki persepsi negatif terhadap perempuan bertato karena dianggap tidak sesuai dengan norma agama, adat, dan budaya yang berlaku. Tato pada perempuan sering dikaitkan dengan perilaku menyimpang, kenakalan, dan citra yang kurang baik dalam kehidupan sosial. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh faktor agama, adat dan budaya, lingkungan sosial, tingkat pendidikan, serta perkembangan zaman. Meskipun demikian, sebagian masyarakat terutama generasi muda mulai memandang tato sebagai bentuk seni dan ekspresi diri. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan bertato berupaya memperoleh penerimaan sosial dengan menunjukkan perilaku yang baik, menjaga etika, menghormati norma yang berlaku, serta aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Dengan demikian, penerimaan sosial terhadap perempuan bertato tidak hanya ditentukan oleh penampilan fisik, tetapi juga oleh perilaku, kepribadian, dan kemampuan individu dalam membangun hubungan sosial yang positif dengan masyarakat.