Fenomena massive tourism di Desa Canggu, Kabupaten Badung, telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, namun juga menimbulkan permasalahan lingkungan berupa peningkatan volume sampah. Pengelolaan sampah yang efektif memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan melalui pendekatan Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masyarakat lokal dan wisatawan dalam pengelolaan sampah serta mengkaji implementasi model Pentahelix dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Desa Canggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling yang terdiri atas pemerintah desa, masyarakat lokal, pelaku usaha pariwisata, akademisi, media, dan wisatawan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal berperan aktif dalam kegiatan pemilahan sampah, bank sampah, kerja bakti lingkungan, pelestarian budaya, dan penyediaan layanan wisata berbasis komunitas. Wisatawan turut berkontribusi melalui perilaku ramah lingkungan, meskipun tingkat kesadarannya masih beragam. Implementasi model Pentahelix telah berjalan melalui kolaborasi antaraktor dalam berbagai program pengelolaan sampah dan pariwisata berkelanjutan. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa rendahnya kesadaran lingkungan sebagian masyarakat dan wisatawan, keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah, serta belum optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kolaborasi Pentahelix merupakan strategi penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah dan mendukung terwujudnya sustainable tourism di Desa Canggu.