Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suku bunga global terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2015–2025, dengan inflasi dan nilai rupiah sebagai variabel kontrol. Latar belakang penelitian ini adalah dinamika kebijakan moneter global yang semakin tidak menentu, terutama pasca-pandemi COVID-19 yang mendorong lonjakan inflasi global dan respons agresif bank sentral negara-negara maju. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan 131 observasi data triwulanan yang bersumber dari IMF, Bank Dunia, Badan Pusat Statistik, dan Bank Indonesia. Seluruh uji asumsi klasik telah terpenuhi, meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi, sehingga model memenuhi kriteria Best Linear Unbiased Estimator (BLUE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga global berpengaruh signifikan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tingkat kepercayaan 95% dengan koefisien positif sebesar 0,4119 (p = 0,0304). Temuan ini mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga global yang bersamaan dengan fase ekspansi ekonomi global turut mendorong permintaan komoditas ekspor Indonesia dan mendukung stabilitas arus modal masuk. Sebaliknya, inflasi dan nilai tukar rupiah tidak berpengaruh signifikan secara parsial, yang mencerminkan keberhasilan kebijakan moneter dan fiskal domestik dalam menjaga kedua variabel tersebut dalam kisaran yang terkendali selama periode penelitian. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia (prob. F = 0,0066), menegaskan relevansi interaksi faktor makroekonomi global dan domestik. Nilai koefisien determinasi sebesar 9,16% menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel investasi langsung asing, pengeluaran pemerintah, dan jumlah uang beredar guna meningkatkan daya jelas model secara komprehensif.