Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keamanan Digital Anak dan Perlindungan Hak Anak di Era Modern: Studi tentang Implementasi Program HeDiPro (Hero of Digital Protection) PKPA Medan Lestari Damayanthi Silalahi; Berkah Amanda; Befvina Azzira Ziazan; Hairani Siregar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10383

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa berbagai manfaat bagi anak dalam mengakses informasi, berkomunikasi, serta mengembangkan kreativitas dan keterampilan. Namun, di balik manfaat tersebut terdapat berbagai risiko yang dapat mengancam keamanan dan pemenuhan hak-hak anak, seperti cyberbullying, eksploitasi seksual daring, penyalahgunaan data pribadi, serta paparan konten yang tidak sesuai dengan usia mereka. Situasi ini menunjukkan pentingnya upaya perlindungan yang mampu meningkatkan kapasitas anak agar dapat menggunakan teknologi secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsip perlindungan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program HeDiPro (Hero of Digital Protection) yang diselenggarakan oleh PKPA Medan dalam meningkatkan keamanan digital dan perlindungan hak anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan proses pelaksanaan program, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil yang dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program HeDiPro memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan anak terkait keamanan digital. Melalui berbagai kegiatan edukasi, anak memperoleh pemahaman mengenai perlindungan data pribadi, pencegahan cyberbullying, penggunaan media sosial secara aman, serta cara menghadapi berbagai risiko di ruang digital. Program ini juga mendorong partisipasi aktif anak sebagai agen perlindungan digital di lingkungan sekitarnya. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan jangkauan program, ketimpangan akses teknologi, serta perlunya penguatan kolaborasi lintas sektor.