Iklan video di Indonesia kini telah berkembang menjadi media berceritayang mampu membangun hubungan emosional antara merek dan konsumen, menggantikan fungsi konvensionalnya sebagai penyampaiinformasi produk semata. Dalam konteks ini, branded storytelling dan estetika sinematik muncul sebagai strategi komunikasi visual yang semakin relevan dan banyak diadopsi oleh industri kreatif. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis penerapan branded storytelling dan estetika sinematik sebagai strategi komunikasi visual dalam iklan Marjan versi "Tikus Rakus" yang dirilis pada musim Ramadan 2026 oleh PT Lasallefood Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptifkualitatif dengan metode analisis teks visual dan analisis naratif. Data diperoleh melalui pengamatan mendalam terhadap elemen visual, suara, dan struktur cerita yang terdapat dalam iklan tersebut. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa iklan Marjan versi "Tikus Rakus" berhasilmembangun narasi yang kuat melalui pengembangan karakter, konflik, klimaks, dan resolusi yang terstruktur, sehingga mampu menciptakanketerlibatan emosional penonton secara signifikan. Karakter "tikusrakus" difungsikan sebagai metafora visual untuk merepresentasikankeserakahan dalam sistem ekonomi digital sekaligus menyampaikanpesan moral yang relevan dengan nilai-nilai Ramadan kepadamasyarakat. Dari aspek estetika sinematik, penggunaan pencahayaandramatis, palet warna bernuansa cyberpunk, sudut kamera dinamis, efekCGI yang ekstensif, musik epik, dan editing cepat terbukti mampumemperkuat suasana serta membangun emosi cerita secara efektif. Kombinasi branded storytelling dan estetika sinematik tersebut tidakhanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memperkuat identitas merekMarjan sebagai simbol kebersamaan, kemenangan, dan keharmonisan. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi narasisinematik dan komunikasi visual merupakan strategi yang efektif dalammembangun identitas merek serta meningkatkan keterlibatan emosionalpenonton terhadap iklan.