Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peran AI sebagai Mediator Komunikasi dalam Proses Pembelajaran Mamdukh Budiman; Muhammad Ridha; Audy Rifdah Widyastuti; Suryanti ridha; Kamsar; Aliyah; Junaidi
Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 1 No 2 (2026): Pustaka Edukasi
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/pe.v1i2.69

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pembelajaran digital, khususnya dalam cara komunikasi pendidikan berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran AI sebagai mediator komunikasi dalam proses pembelajaran melalui sintesis literatur ilmiah terindeks Scopus. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan menganalisis 40 artikel ilmiah yang membahas pemanfaatan AI dalam pendidikan, termasuk AI generatif, educational chatbots, intelligent tutoring systems, pedagogical agents, dan social robots. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola peran AI dalam memediasi komunikasi pembelajaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berperan sebagai mediator komunikasi melalui empat fungsi utama: (1) mediator dialog instruksional yang memfasilitasi interaksi dua arah dan scaffolding kognitif; (2) mediator umpan balik dan regulasi belajar yang menyediakan respons instan dan dialogis; (3) mediator komunikasi sosial dan kolaboratif yang mendukung interaksi kelompok serta pembelajaran inklusif; dan (4) mediator personalisasi komunikasi pembelajaran yang menyesuaikan gaya dan konten interaksi berdasarkan kebutuhan peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu teknologi, tetapi sebagai aktor komunikatif non-manusia yang membentuk struktur, makna, dan dinamika komunikasi pedagogis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian komunikasi pendidikan dengan menawarkan perspektif konseptual tentang AI sebagai mediator komunikasi dalam pembelajaran. Implikasi praktisnya mencakup pentingnya desain pedagogis dan etis dalam integrasi AI agar peran mediasi komunikasi yang dijalankan AI selaras dengan tujuan dan nilai pendidikan.
The Role of AI as a Communication Mediator in the Learning Process Muhammad Ridha; Mamdukh Budiman; Junaidi; Audy Rifdah Widyastuti; Suryanti; Kamsar; Aliyah
Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 1 No 2 (2026): Pustaka Edukasi
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/pe.v1i2.80

Abstract

ABSTRACT The development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes to digital learning practices, particularly in the way educational communication takes place. This study aims to examine the role of AI as a communication mediator in the learning process through a synthesis of Scopus-indexed scientific literature. This study uses a literature review approach by analyzing 40 scientific articles discussing the use of AI in education, including generative AI, educational chatbots, intelligent tutoring systems, pedagogical agents, and social robots. The analysis was conducted thematically to identify patterns of AI's role in mediating learning communication. The results show that AI acts as a communication mediator through four main functions: (1) an instructional dialogue mediator that facilitates two-way interaction and cognitive scaffolding; (2) a feedback and learning regulation mediator that provides instant and dialogic responses; (3) a mediator of social and collaborative communication that supports group interaction and inclusive learning; and (4) a mediator of personalized learning communication that tailors the style and content of interactions based on learners' needs. These findings confirm that AI functions not only as a technological tool but also as a non-human communicative actor that shapes the structure, meaning, and dynamics of pedagogical communication. This research contributes to the development of educational communication studies by offering a conceptual perspective on AI as a communication mediator in learning. Its practical implications include the importance of pedagogical and ethical design in AI integration so that the communication mediation role performed by AI is aligned with educational goals and values. Keywords: artificial intelligence, educational communication, communication mediator, digital learning, literature review
ANALYSIS OF THE REPRESENTATION OF HAPPINESS EMOTIONS IN DINDAPS' DIGITAL ILLUSTRATIONS ON INSTAGRAM Ashwa Dzikria; Farah Yumna Salma Flastica; Aghnia Nur Syahida; Najla Khafifah Fadhilah; Aliyah
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 8 No 2 (2026): AUGUST
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v8i2.422

Abstract

This study aims to analyze the representation of happiness emotions in digital illustrations by Dinda Puspitasari (@dindaps) published on Instagram. Dinda Puspitasari is a Jakarta-based digital illustrator widely recognized at the national and international level, having collaborated with clients such as Dior, Adidas, Spotify, and Victoria's Secret. This research employs a descriptive qualitative approach using Roland Barthes' semiotic analysis method to examine the denotative, connotative, and mythological meanings embedded in the visual elements of her illustrations. The research focuses on three selected illustrations that explicitly represent happiness themes. The analysis reveals that Dinda Puspitasari represents happiness emotions through the use sof warm and vibrant color palettes such as yellow, pink, and peach; cheerful facial expressions of illustrated figures; decorative elements such as flowers and positive everyday objects; and a playful, feminine visual style. This study is expected to contribute to the academic discourse on Indonesian digital illustration from a Visual Communication Design perspective.
Analisis Estetika Feed Instagram sebagai Media Branding Visual Muhamad Amirul Ridhwan; Rajaa Salaam; Aditya Pratama Nugraha; Aliyah Aliyah
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emba.v6i1.4199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa pengaruh visual Instagram terhadap pembentukan citra merek. Guna mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan pendekatan mix-method dengan menggabungkan analisis kualitatif terhadap elemen visual, dan analisis kauntitatif melalui kuesioner ke responden.analisis kualitatif ada beberapa yang dilakukan seperti aspek warna, tipografi, tata letak, komposisi visual, sama konsistensi desain. sedangkan analisis kuantitatif ini digunakan untuk mengetahui persepsi audiens terhadapa efektivitas branding visual yang ditampilkan.Studi menunjukkan menggunakan elemen estetika visual yang konsisten dapat memperkuat identitas merek, meningkatkan daya tarik visual, dan membuat audiens lebih mudah memahami karakter merek. Hasilnya menunjukkan bahwa estetika feed Instagram berkontribusi secara signifikan pada strategi branding visual di media sosial. Oleh karena itu, pengelolaan elemen visual secara teratur dan teratur menjadi komponen penting dalam membangun citra merek yang kuat dan mudah dikenali oleh audiens.
Analisis Semiotika Desain Pada Kemasan Soft Pinch Liquid Blush Rare Beauty Bagi Penyandang Disabilitas Autoimun Tania Sari; Abelia Safitri; Muhammad Wafa Musyaffa; Aliyah Aliyah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kecantikan global tengah mengalami pergeseran paradigma menuju desain kemasan yang lebih inklusif dan aksesibel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana desain kemasan Soft Pinch Liquid Blush Rare Beauty secara semiotik merepresentasikan dan mengakomodasikan kebutuhan penyandang disabilitas autoimun, khususnya penderita Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dan Reumatoid Arthritis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika dua kerangka utama, yaitu trikotomi tanda Charles Sanders Peirce dan tiga tingkatan makna Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos). Data dikumpulkan melalui observasi visual kemasan produk serta studi dokumentasi dari kanal komunikasi resmi merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen visual kemasan seperti bentuk tutup ergonomis berdiameter besar, palet warna yang tenang, tipografi sans-serif minimalis, serta material ringan bertekstur matte secara semiotik menyampaikan pesan inklusivitas dan keramahan universal. Pada level mitologis, kemasan ini membangun narasi bahwa aksesibilitas adalah nilai inti, bukan sekadar strategi pemasaran. Penelitian ini berkontribusi pada kajian semiotika desain dan memberikan implikasi praktis bagi industri kecantikan dalam mengembangkan kemasan yang lebih fungsional, empatik, dan inklusif bagi seluruh kalangan pengguna.
Beyond Real and Fake: A Hybrid Visual Authenticity Framework for Generative AI in Creative and Media Ecosystems Moh. Ali Wisudawan Prakarsa; Aliyah Aliyah; Heri Wijayanto; Zulfah Hasanah; Widya Octary Setiawardhani
Inspire Global Insight Journal Vol. 1 No. 03 (2026): July Issue, 2026
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/igim.v1i03.19

Abstract

The emergence of generative artificial intelligence has radically transformed the production, dissemination, and interpretation of visual media, precipitating a crisis of confidence regarding visual authenticity—a concept historically predicated upon the indexical nature of photography. This research investigates the reconfiguration of visual authenticity within photography, illustration, and packaging design in the age of generative AI, identifying cross-domain thematic regularities to develop a conceptual model of "hybrid visual authenticity." Utilizing an interpretive qualitative methodology and a multiple case study design, this study conducted visual-semiotic analyses of 40 cases and in-depth interviews with 16 practitioners across the fields of photography, illustration, packaging design, and media studies. Analytical procedures incorporated Barthesian semiotic inquiry and Braun and Clarke’s six-stage thematic analysis, employing triangulation of data sources and methodological approaches to ensure rigor. Findings suggest that visual authenticity in the generative AI context transcends the traditional binary of "genuine" versus "fake," manifesting instead as a multifaceted construct shaped by the interplay of creator intent, process transparency, and underlying socio-cultural and regulatory frameworks. Notably, photography and media studies exhibit the strongest emphasis on transparency, whereas illustration and packaging design display greater openness toward human-AI hybrid practices. Accordingly, this study proposes a Hybrid Visual Authenticity Model, synthesizing frameworks of indexicality, aura, and simulacra into a unified analytical lens for diverse creative domains. This research makes both theoretical and practical contributions: it rearticulates classical concepts of visual authenticity for the generative AI paradigm and offers actionable recommendations for design education, professional associations, the packaging sector, and media policymakers.
Analisis Pengaruh Elemen Visual Kemasan terhadap Daya Tarik Konsumen di Pasar Ritel Modern Tangerang Lutfia Adisti Aulia; Ulvia Sinka Ramadhani; Meylita Yolanda Anjang Dewi; Aliyah Aliyah
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 3 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i3.6065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara bagaimana elemen-elemen visual dalam kemasan, yang meliputi warna, tipografi, bentuk, citra atau ilustrasi, tata letak (layout), dan material, memengaruhi daya tarik konsumen terhadap suatu produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologi, yang bertujuan untuk memahami makna dan pengalaman subjektif konsumen ketika berhadapan langsung dengan kemasan produk. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap 17 partisipan yang dipilih dengan kriteris khusus yang ditetapkan oleh peneliti, observasi partisipan di titik penjualan ritel, serta studi dokumentasi terhadap sampel kemasan produk konsumen sehari-hari. Analisis data dilakukan dengan tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna menjadi elemen visual yang pertama kali menangkap perhatian konsumen dan membentuk asosiasi emosional awal, tipografi memengaruhi persepsi kualitas dan kemudahan membaca informasi produk, sementara bentuk dan material kemasan berkontribusi terhadap kesan kualitas premium serta keberlanjutan lingkungan.
Perancangan Poster Kampanye Bahaya Cyberbullying bagi Generasi Milenial di Instagram A. Rafael D; Moh. Restu A; Aliyah Aliyah
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 3 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i3.6119

Abstract

Cyberbullying menjadi salah satu permasalahan keselamatan digital yang semakin sering terjadi pada media sosial, khususnya Instagram, sehingga diperlukan media kampanye visual yang mampu menyampaikan pesan secara persuasif kepada generasi milenial. Meskipun berbagai kampanye mengenai cyberbullying telah banyak dilakukan, masih terdapat keterbatasan dalam perancangan poster yang disesuaikan dengan karakteristik visual Instagram serta preferensi komunikasi generasi milenial. Penelitian ini bertujuan untuk merancang poster kampanye bahaya cyberbullying bagi generasi milenial di Instagram. Perancangan didasarkan pada teori komunikasi persuasif, prinsip hierarki visual, tipografi, psikologi warna, serta prinsip desain komunikasi visual untuk menghasilkan media kampanye yang efektif. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan desain komunikasi visual. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi karakter visual Instagram, analisis target audiens, dan sintesis strategi pesan kampanye. Proses perancangan meliputi identifikasi masalah, analisis audiens, penyusunan konsep pesan, pengembangan konsep visual, pembuatan prototipe poster, serta evaluasi desain. Evaluasi dilakukan melalui penilaian terhadap aspek keterbacaan, kejelasan hierarki informasi, konsistensi visual, dan kesesuaian pesan dengan karakteristik audiens sasaran. Hasil penelitian menghasilkan konsep poster bertema "Jari Bisa Melukai, Bijak Sebelum Mengomentari" yang memadukan ilustrasi telepon pintar, gelembung komentar, warna peringatan, tipografi yang mudah dibaca, serta ajakan untuk menghentikan cyberbullying, melaporkan tindakan perundungan, dan mendukung korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip desain komunikasi visual yang dipadukan dengan strategi komunikasi persuasif mampu meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kampanye melalui Instagram. Penelitian ini berkontribusi dalam bidang Desain Komunikasi Visual dengan menghasilkan model konseptual perancangan poster kampanye digital yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan media edukasi keselamatan digital pada platform media sosial.
Analysis of Emotional Representation through Characters in the Inside Out 2 Movie Poster Using Charles Peirce’s Semiotic Approach Dessy Fitriani; Novi Rahmawati; Rafli Al-Qadar; Aliyah Aliyah
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026): Continued
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.2060

Abstract

Film posters serve as crucial visual communication media capable of conveying complex emotional messages through visual elements. This research aims to analyze the visual representation of emotions in the Inside Out 2 movie poster, focusing specifically on the newly introduced secondary emotions such as Anxiety, Ennui, Embarrassment, and Envy, which portray the psychological transition of adolescence. Utilizing Charles Sanders Peirce's semiotic approach, this study employs a descriptive qualitative method to categorize visual elements into icons, indexes, and symbols. The findings reveal that the anthropomorphism of these abstract emotions is accurately represented through specific anatomical disproportions (icons), gestures and attributes indicating psychological states (indexes), and deliberate color palettes conveying social conventions and emotional warnings (symbols). Furthermore, the vertical hierarchical layout visually simulates the disruption and dominance of secondary emotions over primary emotions within the teenage mind's control center. The visual structure effectively translates internal psychological conflicts into a communicative two-dimensional medium. This study provides a profound understanding of how visual design elements in animation posters function beyond aesthetics, acting as complex sign systems that communicate psychological dynamics to the audience.
Designing a User Interface and User Experience (UI/UX) for the Batik Putera Ningrat Website as a Digital Catalog Adrian Ali Muthi; Wanda Sari Risdyanti; Dimas Setiawan; Kamil Nafianto; Aliyah Aliyah
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.2133

Abstract

In this article, we will discuss the UI/UX design of the Batik Putera Ningrat website as a digital catalog that presents the products and brand identity of this premium batik brand in a more comprehensive way. The challenge was the lack of a single official platform that could streamline the catalog of fabrics and shirts, explain the stories behind the motifs, provide information about the store, offer space for educational articles, and provide a direct channel to designers or managers. Visual product documentation, interviews, literature reviews, and observations of brand and user needs were used as qualitative research methods. The design process followed the design thinking framework, progressing through the stages of empathize, define, ideate, prototype, and test. The result is a website prototype featuring a homepage, batik shirt models, a batik fabric catalog, a blog, store information, product details, and buttons for designers and admins. This process demonstrates that a consistent visual identity, an easy-to-read information layout, compelling product photos, and user-friendly navigation are key components in building trust with potential customers. Batik Putera Ningrat’s digital platform is designed to support promotion, education, and brand image reinforcement in the digital world.