Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Arsitektur Kawasan Kota Tua Jakarta Sardianto Sardianto; Siti Sujatini; Siti Wardiningsih
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10542

Abstract

Keberadaan kawasan bersejarah di tengah perkembangan kota modern menjadi tantangan dalam menjaga identitas arsitektur sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat kontemporer. Kota Tua Jakarta merupakan kawasan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan sosial yang tinggi sebagai peninggalan masa kolonial Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter arsitektur kawasan Kota Tua Jakarta melalui aspek fungsi, tata ruang, bentuk bangunan, pengalaman pengguna, serta keterkaitannya dengan teori arsitektur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan dan studi literatur. Analisis dilakukan terhadap identitas kawasan, hubungan dengan lingkungan perkotaan, pola ruang, aktivitas pengguna, ekspresi arsitektur, serta pengalaman ruang yang dirasakan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Tua Jakarta memiliki identitas kawasan yang kuat melalui keberadaan bangunan kolonial, struktur ruang yang terorganisir, serta fungsi adaptif yang mampu mengakomodasi aktivitas wisata, edukasi, budaya, dan ekonomi. Kawasan ini juga menunjukkan keterkaitan yang kuat dengan konsep Image of the City, Genius Loci, dan Space Syntax yang membentuk citra, makna, dan pola perilaku ruang pengguna. Meskipun demikian, masih ditemukan permasalahan berupa kepadatan pengunjung, keterbatasan aksesibilitas bagi difabel, dan penataan ruang komersial yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi, peningkatan aksesibilitas, dan pengelolaan ruang yang lebih terintegrasi untuk menjaga keberlanjutan kawasan sebagai ruang publik yang edukatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Analisis Masjid Agung Al-Akbar Surabaya Mokhamad Deni Setia Budi; Siti Sujatini; Siti Wardiningsih
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10858

Abstract

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya merupakan salah satu bangunan keagamaan berskala besar di Indonesia yang memadukan karakter arsitektur Islam modern dengan respons terhadap iklim tropis. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan strategi desain pasif, organisasi ruang, zonasi fungsi, serta elemen dekoratif yang berkontribusi terhadap kenyamanan termal dan efisiensi penggunaan energi pada bangunan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi arsitektural, dokumentasi kondisi fisik, studi literatur, dan analisis komparatif terhadap prinsip arsitektur masjid modern serta desain berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan ruang utama didukung oleh keterpaduan ventilasi silang melalui bukaan yang tersebar, efek cerobong pada ruang berkubah dan berplafon tinggi, pemanfaatan selasar terbuka, penggunaan roster sebagai penyaring cahaya sekaligus jalur udara, serta pemilihan material yang membantu mengendalikan perpindahan panas. Pembagian zona ibadah, sosial, ekonomi, edukasi, dakwah, dan penunjang membentuk hierarki ruang yang jelas sehingga pergerakan jamaah dan aktivitas nonibadah dapat berlangsung secara efektif tanpa mengganggu kesakralan ruang utama. Elemen geometris, atap bertingkat, kubah, menara, kaligrafi, dan material lokal juga memperkuat identitas modern-Islamic architecture sekaligus menjalankan fungsi lingkungan. Dengan demikian, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya memperlihatkan bahwa kualitas estetika, kenyamanan pengguna, identitas keislaman, dan efisiensi energi dapat dibentuk melalui integrasi keputusan desain pasif, tata ruang yang terorganisasi, serta pengelolaan bangunan yang responsif terhadap pola penggunaan.