Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengendalian Kualitas pada Proses Spesial Coating dengan Metode Quality Control Circle (QCC) dalam Upaya Menurunkan Tingkat Defect di PT Cipta Solusi Andalan Muhamad Arifin; Ikhsan Romli; Dwi Irwati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10818

Abstract

PT Cipta Solusi Andalan merupakan perusahaan manufaktur valve yang menghadapi permasalahan tingginya tingkat defect pada proses Special Coating, khususnya pada proses Coating COT 1. Berdasarkan data periode September–November 2025, tingkat defect pada proses Coating COT 1 mencapai 6,25%, melebihi standar toleransi perusahaan sebesar 3%. Tingginya defect menyebabkan peningkatan aktivitas rework, penurunan efisiensi produksi, serta bertambahnya biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya defect, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, serta memberikan usulan perbaikan menggunakan metode Quality Control Circle (QCC).Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan data sekunder perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan tahapan Quality Control Circle (QCC) yang meliputi penentuan tema, penentuan target, analisis kondisi saat ini, analisis sebab akibat menggunakan Fishbone Diagram, perencanaan perbaikan, implementasi perbaikan, evaluasi, dan standarisasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa defect dominan pada proses Coating COT 1 adalah peeling. Berdasarkan analisis Fishbone Diagram dengan pendekatan 4M+1E, penyebab defect berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan. Faktor mesin menjadi penyebab utama yang meliputi tekanan spray gun yang tidak stabil, nozzle yang mengalami keausan, kurangnya perawatan peralatan coating, serta kondisi kompresor udara yang kurang optimal. Tindakan perbaikan dilakukan melalui pengecekan tekanan spray gun, penggantian nozzle, pelaksanaan maintenance rutin, pembersihan peralatan coating, dan pemeriksaan sistem udara secara berkala. Setelah implementasi perbaikan, jumlah defect berhasil turun dari 20 unit menjadi 3 unit, dengan persentase defect menurun dari 6,25% menjadi 1%, sehingga telah berada di bawah standar toleransi perusahaan sebesar 3%.