Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sistem Monitoring Server Menggunakan Zabbix dengan Notifikasi Real-Time Marcel Naibaho; Gregorius P Sihombing; Lotar Mateus Sinaga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11348

Abstract

Pemantauan kondisi server secara manual oleh administrator jaringan rentan menimbulkan keterlambatan dalam mendeteksi gangguan, terutama pada lingkungan pengembangan yang memanfaatkan mesin virtual sebagai media pembelajaran maupun pengujian. Keterlambatan ini dapat berdampak signifikan terhadap ketersediaan layanan dan produktivitas pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring server berbasis Zabbix yang terintegrasi dengan Telegram Bot API sebagai media notifikasi real-time, pada server Debian yang dijalankan di atas lingkungan virtualisasi VirtualBox. Permasalahan utama yang dihadapi adalah konflik routing yang muncul akibat penggunaan dua adapter jaringan virtual secara bersamaan, yaitu Host-only Adapter untuk akses lokal dari komputer host dan NAT Adapter untuk akses internet menuju server Telegram. Metode penelitian meliputi instalasi dan konfigurasi Zabbix Server pada Debian, konfigurasi dual-adapter jaringan pada VirtualBox, pembuatan Bot Telegram melalui BotFather, konfigurasi Media Type dan Trigger Action pada Zabbix, serta pengujian pengiriman notifikasi melalui dua skenario, yaitu simulasi beban CPU tinggi dan penghentian layanan Zabbix Agent. Hasil implementasi menunjukkan bahwa setelah penyesuaian metric routing dengan menghapus default route yang keliru pada interface Host-only, server virtual berhasil diakses dari komputer host sekaligus memiliki akses internet, sehingga notifikasi problem dan resolved dari Zabbix dapat diterima secara real-time melalui Telegram tanpa keterlambatan berarti. Sistem ini terbukti efektif menggantikan proses pemantauan manual dan dapat diterapkan pada lingkungan laboratorium maupun server skala kecil dengan biaya implementasi yang rendah karena seluruh komponen yang digunakan bersifat open source dan gratis.