Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Inflasi, Suku Bunga dan Nilai Tukar terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Periode 1994 Maulana Hidayat; Effendi Sadly; Faty Rahmarisa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga, dan nilai tukar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan data sekunder time series dengan frekuensi kuartalan periode 1994–2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI), dengan total 128 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda melalui pendekatan Ordinary Least Square (OLS) yang ditransformasikan menggunakan metode Cochrane-Orcutt Generalized Difference untuk mengatasi autokorelasi sehingga model memenuhi asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan inflasi, suku bunga, dan nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang dibuktikan dengan nilai Fhitung sebesar 92,793 dan tingkat signifikansi < 0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,701 menunjukkan bahwa 70,1% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan sisanya sebesar 29,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Secara parsial, inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien regresi sebesar -0,220 dan nilai thitung -6,119. Sementara itu, suku bunga memiliki koefisien positif sebesar 0,044 dan nilai tukar berkoefisien -0,550, namun keduanya tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode penelitian lebih ditopang oleh kekuatan konsumsi domestik dibandingkan pengaruh langsung instrumen moneter jangka pendek, seperti suku bunga kebijakan dan pergerakan nilai tukar.