Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Risiko Keselamatan Kerja Berbasis Metode HIRARC pada Produksi Furniture Ariansyah Ardi Suherman; Fibi Eko Putra; Puput Rahmawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11452

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, terutama pada industri furnitur yang memiliki berbagai potensi bahaya akibat penggunaan mesin, peralatan kerja, serta bahan kimia. Namun, penerapan K3 pada industri furnitur skala kecil dan menengah masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), belum tersedianya standar operasional prosedur (SOP), serta terbatasnya sistem pengendalian risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko kerja, serta menyusun rekomendasi pengendalian risiko pada area produksi CV. Interia Studio menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pemotongan kayu memiliki tingkat risiko tertinggi dengan skor risiko 16 yang termasuk kategori tinggi, sedangkan aktivitas pengamplasan, pengecatan, dan pengangkatan material berada pada kategori risiko sedang, serta aktivitas perakitan berada pada kategori risiko rendah. Tingginya tingkat risiko dipengaruhi oleh belum optimalnya penggunaan APD, belum adanya SOP tertulis, kurangnya pelatihan K3, serta belum tersedianya fasilitas keselamatan seperti APAR, kotak P3K, dan rambu keselamatan. Berdasarkan hasil analisis HIRARC, rekomendasi pengendalian difokuskan pada penerapan hierarki pengendalian risiko melalui rekayasa teknik, pengendalian administratif, penyediaan APD yang memadai, serta penguatan budaya keselamatan kerja. Implementasi rekomendasi tersebut diharapkan mampu menurunkan tingkat risiko kecelakaan kerja, meningkatkan kepatuhan terhadap penerapan K3, serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif pada industri furnitur.