Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengungkapan ESG terhadap Biaya Utang Perbankan Indonesia dengan Moderasi Regulasi POJK No.51/POJK.03/2017 Jihan Mayassar; Mia Andika Sari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11538

Abstract

Pengungkapan ESG oleh banyak perusahaan untuk penurunan biaya utang sudah banyak dilakukan namun hasilnya masih bervariatif. Skor ESG rata-rata setiap bank yang ada di Indonesia masih relatif rendah dan belum optimal, meskipun pelaporan berkelanjutan sudah wajib untuk dilakukan sejak 2017 karena adanya Regulasi POJK No. 51/POJK.03/2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebaran ESG di perbankan Indonesia terhadap biaya utang dan menguji peran Regulasi POJK No. 51/POJK.03/2017 dalam memoderasi hubungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan data menggunakan analisis regresi data panel. Populasi penelitian sebanyak 47 perbankan yang terdaftar di BEI dengan Metode purposive sampling diperoleh jumlah sampel 39 perusahaan dan 117 pengamatan. Penelitian ini menggunakan Variabel kontrol yang digunakan ukuran perusahaan (size), leverage, profitabilitas, dan likuiditas untuk mengurangi bias akibat variabel lain yang juga mempengaruhi biaya utang sehingga, dapat menghasilkan pengaruh yang lebih murni terhadap biaya utang. pada variabel pengungkapan ESG Hasil penelitian menunjukkan cakupan ESG berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Biaya utang perbankan Indonesia. Peraturan POJK No. 51/POJK.03/2017 memoderasi hubungan pengungkapan ESG dalam menurunkan Biaya utang dengan memberikan efek memperlemah hubungan variabel. Pengungkapan ESG. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transparansi ESG mampu menurunkan Biaya utang perbankan Indonesia. Namun, keberadaan Regulasi Keuangan Berkelanjutan OJK memperlemah pengaruh negatif tersebut, yang menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan regulasi secara lengkap, peran penyebaran ESG dalam menurunkan Biaya utang menjadi relatif lebih kecil.