Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Digital Competence, Organizational Culture dan Knowledge Sharing terhadap Employee Performance pada Generasi Z dalam Menghadapi Transformasi Digital Kota Bima Rahmaniati Rahmaniati; Muhammad Yusuf; Julaiha Julaiha
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11646

Abstract

Generasi Z menggunakan teknologi dan cepat beradaptasi dengan sistem digital, dan terbuka terhadap inovasi. Namun, kemampuan digital saja tidak cukup untuk menjamin kinerja optimal. Selain digital competence, faktor lain yang memengaruhi kinerja pegawai adalah organizational culture dan knowledge sharing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh digital competence, organizational culture, dan knowledge sharing terhadap employee performance pada Generasi Z di Kota Bima. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 96 responden dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital competence, organizational culture, dan knowledge sharing baik secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap employee performance pada generasi Z dalam menghadapi transformasi digital di Kota Bima. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan digital yang baik, budaya organisasi yang mendukung, serta praktik berbagi pengetahuan yang efektif mampu meningkatkan kinerja pegawai. Ketiga faktor tersebut menjadi elemen penting dalam mendukung adaptasi generasi Z terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan kerja di era digital. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,702 menunjukkan bahwa 70,2% employee performance dipengaruhi oleh ketiga variabel tersebut. Kesimpulannya, peningkatan digital competence, organizational culture, dan knowledge sharing dapat meningkatkan employee performance Generasi Z di Kota Bima. Implikasinya, organisasi perlu memperkuat pelatihan kompetensi digital, membangun budaya kerja yang adaptif, serta mendorong berbagi pengetahuan guna meningkatkan kinerja dan kesiapan pegawai menghadapi transformasi digital.