Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Organoleptik Kombucha dari Teh Bunga Telang, Teh Hijau, Teh Hitam, dan Rosella pada Variasi Lama Fermentasi 7 dan 9 Hari Riandi, Inas; Putra, Ary Wahdy Eka; Ekarosadi, An Bil’is
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6015

Abstract

Kombucha merupakan minuman fermentasi yang karakter sensorinya dipengaruhi oleh jenis bahan seduhan dan lama fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik organoleptik kombucha dari teh bunga telang, teh hijau, teh hitam, dan rosella pada variasi lama fermentasi 7 dan 9 hari. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis bahan seduhan dan lama fermentasi. Uji organoleptik dilakukan oleh 30 panelis terlatih menggunakan skala hedonik 1 sampai 5 terhadap atribut warna, aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan. Data dianalisis secara deskriptif dan dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis serta Mann-Whitney. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antarperlakuan pada atribut warna, rasa, dan penerimaan keseluruhan (p < 0,05), sedangkan aroma belum menunjukkan perbedaan nyata pada fermentasi 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fermentasi 7 hari, kombucha rosella memperoleh nilai tertinggi pada rasa sebesar 4,50 ± 0,572 dan penerimaan keseluruhan sebesar 4,27 ± 0,691. Pada fermentasi 9 hari, nilai penerimaan keseluruhan rosella menurun menjadi 3,77. Kombucha bunga telang memperoleh nilai warna tertinggi sebesar 3,63 ± 0,718. Pada fermentasi 9 hari, bunga telang tetap unggul pada warna dengan nilai 4,07 ± 0,691, sedangkan rosella tetap memperoleh nilai tertinggi pada aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan. Perlakuan terbaik adalah kombucha rosella dengan fermentasi 7 hari karena menghasilkan keseimbangan rasa, aroma, dan penerimaan keseluruhan yang paling baik.
Pengaruh Tingkat Roasting terhadap Kualitas Sensoris Fine Robusta Tambora Menggunakan Metode Cupping SCA Ary Wahdy Eka Putra; An Bil'is Ekarosadi; M. Inas Riandi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11704

Abstract

Fine Robusta Tambora merupakan kopi unggulan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berasal dari lereng Gunung Tambora, Pulau Sumbawa, dengan cita rasa khas dan potensi besar sebagai kopi spesialti. Tingkat roasting menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi mutu akhir kopi karena menentukan pembentukan senyawa aroma, rasa, dan karakter sensoris. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat roasting terhadap kualitas sensoris Fine Robusta Tambora menggunakan metode cupping berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan panelis sebagai kelompok (blok), terdiri atas tiga perlakuan, yaitu medium roast (R1, 210°C/10 menit), medium-dark roast (R2, 220°C/12 menit), dan dark roast (R3, 230°C/14 menit). Pengujian dilakukan oleh 15 panelis yang terdiri atas 3 panelis terlatih dan 12 panelis semi-terlatih. Parameter yang diamati meliputi aroma, flavor, aftertaste, acidity, body, balance, dan overall. Data dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat roasting berpengaruh nyata (p<0,001) terhadap seluruh atribut sensoris. Perlakuan medium-dark roast (R2) menghasilkan skor cupping SCA tertinggi sebesar 61,54 ± 0,81, diikuti medium roast (53,22 ± 1,86) dan dark roast (39,01 ± 1,70). Medium-dark roasting direkomendasikan sebagai tingkat roasting optimum karena menghasilkan keseimbangan aroma, cita rasa, dan karakter sensoris terbaik pada Fine Robusta Tambora di UMKM Gumbe Coffee Kota Bima.