Fine Robusta Tambora merupakan kopi unggulan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berasal dari lereng Gunung Tambora, Pulau Sumbawa, dengan cita rasa khas dan potensi besar sebagai kopi spesialti. Tingkat roasting menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi mutu akhir kopi karena menentukan pembentukan senyawa aroma, rasa, dan karakter sensoris. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat roasting terhadap kualitas sensoris Fine Robusta Tambora menggunakan metode cupping berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan panelis sebagai kelompok (blok), terdiri atas tiga perlakuan, yaitu medium roast (R1, 210°C/10 menit), medium-dark roast (R2, 220°C/12 menit), dan dark roast (R3, 230°C/14 menit). Pengujian dilakukan oleh 15 panelis yang terdiri atas 3 panelis terlatih dan 12 panelis semi-terlatih. Parameter yang diamati meliputi aroma, flavor, aftertaste, acidity, body, balance, dan overall. Data dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat roasting berpengaruh nyata (p<0,001) terhadap seluruh atribut sensoris. Perlakuan medium-dark roast (R2) menghasilkan skor cupping SCA tertinggi sebesar 61,54 ± 0,81, diikuti medium roast (53,22 ± 1,86) dan dark roast (39,01 ± 1,70). Medium-dark roasting direkomendasikan sebagai tingkat roasting optimum karena menghasilkan keseimbangan aroma, cita rasa, dan karakter sensoris terbaik pada Fine Robusta Tambora di UMKM Gumbe Coffee Kota Bima.