Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Motivasi Berwirausaha Dalam Perspektif Necessity-Opportunity pada Usaha Mikro Kuliner: Studi di Tasikmalaya Umair Abdullah Farouqi; Syti Sarah Maesaroh; Adi Prehanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11846

Abstract

Penelitian ini menganalisis motivasi berwirausaha pelaku usaha mikro kuliner di Kota Tasikmalaya dalam perspektif necessity dan opportunity entrepreneurship serta keterkaitannya dengan proses kewirausahaan berdasarkan kerangka Shane et al. (2003). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan enam informan yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan prinsip maximum variation. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis tematik hibrida Fereday dan Muir-Cochrane (2006) dengan dukungan perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berwirausaha tidak dapat dipahami sebagai dua kategori biner, tetapi berada pada kontinum yang dinamis dan dapat berubah sepanjang perjalanan usaha. Motivasi internal, khususnya self-efficacy, goal setting, dan locus of control, menjadi mekanisme utama yang mendorong perpindahan pelaku usaha dari orientasi necessity menuju opportunity. Pola tersebut tercermin secara konsisten pada tahapan pengenalan peluang, pengembangan ide, pelaksanaan strategi, pengelolaan krisis, hingga business outcome. Penelitian juga menemukan bahwa self-efficacy dapat diperkuat oleh dukungan sosial, keterbatasan modal awal tidak menentukan orientasi motivasi, lingkungan keluarga dan kerabat menjadi sumber peluang bagi pelaku usaha berorientasi necessity, sedangkan teknologi digital berperan sebagai akselerator pertumbuhan bagi pelaku usaha berorientasi opportunity. Temuan ini memperkaya pemahaman mengenai dinamika motivasi kewirausahaan pada usaha mikro di negara berkembang serta memberikan dasar bagi penyusunan program pembinaan UMKM yang lebih terdiferensiasi.
PENGARUH KEY OPINION LEADER TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SKINCARE MELALUI BRAND IMAGE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Alifya Arina Zahra; Mochammad Revo Izqulby; Sulthan Dzaki Abdillah; Umair Abdullah Farouqi; Syiti Sarah Maesaroh
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 6 No. 1 (2024): October
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v6i1.7028

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana para pemengaruh pendapat (key opinion leader) mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli produk skincare. Dengan mempertimbangkan citra merek yang juga dikenal sebagai "brand image", citra merek berperan sebagai penghubung antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data dari 106 pengguna skincare melalui kuesioner online, Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linear berganda. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software komputer SPSS 18 for Windows. Analisis data menunjukkan bahwa KOL pemasaran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen tentang produk skincare, menunjukkan betapa pentingnya bekerja sama dengan KOL dalam strategi pemasaran. Selain itu, brand image memediasi hubungan antara KOL marketing dan keputusan pembelian, menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap merek memainkan peran penting dalam mengubah pengaruh KOL pada keputusan pembelian. Hasil ini memiliki konsekuensi yang signifikan bagi pelaku bisnis dalam mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan produk skincare di marketplace.