Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perbaikan Kualitas Untuk Mengurangi Defect pada Produk ASF Drive Menggunakan Metode FMEA dan Kaizen di Perusahaan Elektronik Salsabila Luthfi Arifah; Syarah Rizkia Feriaty; Gusman Simon
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12021

Abstract

Perkembangan industri manufaktur menuntut perusahaan untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang konsisten guna memenuhi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan daya saing. Perusahaan Elektronik sebagai perusahaan manufaktur elektronik masih menghadapi permasalahan tingginya defect pada produk Auto Sheet Feeder Drive (ASF Drive), yang berdampak pada meningkatnya rework, biaya produksi, serta menurunnya efisiensi proses. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab defect, menentukan prioritas risiko kegagalan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta menyusun usulan perbaikan menggunakan pendekatan Kaizen (5W+1H). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta data historis produksi dan defect periode Juli–Desember 2025. Analisis dilakukan menggunakan Diagram Pareto untuk menentukan defect dominan, Diagram Fishbone untuk mengidentifikasi akar penyebab, kemudian penilaian Severity, Occurrence, dan Detection untuk menghitung nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis defect, yaitu Harness Broken, Harness Tear, FFC Dent, dan Bending, dengan total defect sebanyak 171 unit. Diagram Pareto menunjukkan bahwa Harness Broken merupakan defect dominan dengan kontribusi sebesar 38,60%, diikuti Harness Tear sebesar 26,31%, sehingga keduanya menyumbang 64,91% dari total defect. Berdasarkan analisis FMEA, Harness Broken memiliki nilai RPN tertinggi sehingga menjadi prioritas utama perbaikan. Usulan perbaikan disusun menggunakan pendekatan Kaizen (5W+1H), meliputi peningkatan kompetensi operator, penguatan pengawasan proses, penggunaan alat inspeksi, serta penerapan check sheet untuk mendukung pengurangan defect dan peningkatan kualitas produk ASF Drive secara berkelanjutan.