Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Modal Sosial dalam Pengembangan Usaha Anyaman Bambu pada Masyarakat Petani (Studi Kasus di Kalurahan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman) Sri Kuning Retno Dewandini; Mufida Diah Lestari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12043

Abstract

Sektor pertanian menjadi andalan bagi sebagian besar masyarakat Kalurahan Sendangmulyo. Masyarakat juga melakukan usaha membuat anyaman bambu untuk mengisi waktu luang sekaligus sebagai sumber pendapatan tambahan. Pengembangan usaha anyaman bambu tidak terlepas dari peran modal sosial yang tumbuh di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi bentuk-bentuk modal sosial pada masyarakat petani pengrajin anyaman bambu. 2) mengkaji peran modal sosial dalam pengembangan usaha anyaman bambu. Penelitian dilakukan di Kalurahan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penentuan informan dilakukan secara purposive, yang terdiri dari petani sekaligus pengrajin anyaman bambu, tokoh masyarakat, dan pengepul anyaman bambu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif menggunakan model interaktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk modal sosial yang ada di masyarakat petani pengrajin anyaman bambu tercermin melalui unsur kepercayaan, jaringan dan norma sosial. Modal sosial memiliki peran dalam mendukung pengembangan usaha melalui kerjasama antar pengrajin anyaman, sharing informasi, kemudahan memperoleh bahan baku bambu, pemasaran produk, dan pengembangan inovasi produk anyaman bambu. Hubungan sosial yang kuat antara masyarakat dapat mendorong keberlangsungan usaha anyaman bambu sebagai usaha sampingan yang dapat mendukung ekonomi rumah tangga petani. Dengan demikian, modal sosial menjadi salah satu hal penting dalam pengembangan usaha anyaman bambu masyarakat petani di daerah setempat. Oleh sebab itu, diperlukan dukungan pendampingan dan penguatan kelembagaan masyarakat agar kegiatan dapat berkelanjutan dan memiliki daya saing di pasar.