Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Tingkat Kesiapan Pengungkapan Laporan Keberlanjutan berdasarkan Standar IFRS S1 dan S2 pada Perusahaan Sektor Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Putri Andini Nurmaisya; Utami Puji Lestari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12114

Abstract

Pengungkapan laporan keberlanjutan semakin penting dalam praktik bisnis global seiring dengan meningkatnya tuntutan pemangku kepentingan terhadap informasi keberlanjutan perusahaan. Namun, keberagaman standar pelaporan yang digunakan masih menyebabkan rendahnya konsistensi informasi serta keterbandingan antarlaporan perusahaan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, International Sustainability Standards Board (ISSB) menerbitkan IFRS S1 dan IFRS S2 yang kemudian diadopsi oleh Dewan Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia (DSK IAI) menjadi PSPK 1 dan PSPK 2 yang berlaku efektif mulai tahun 2027. Perusahaan sektor property dan real estate perlu memiliki komitmen yang kuat dalam mengadopsi standar tersebut karena karakteristik industrinya bersifat jangka panjang, padat modal, serta memiliki keterkaitan erat dengan aspek lingkungan dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan objek penelitian berupa laporan keberlanjutan perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2025. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan melalui content analysis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengungkapan keberlanjutan sesuai IFRS S1 dan IFRS S2 selama periode penelitian. Meskipun demikian, tingkat kesiapan perusahaan masih bervariasi dan kualitas pengungkapan terkait transparansi, verifikasi, audit independen, risiko iklim, emisi karbon, serta target keberlanjutan masih relatif terbatas sehingga diperlukan integrasi yang lebih mendalam untuk mencapai kesesuaian penuh dengan IFRS S1 dan IFRS S2.