Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prototype Sistem Monitoring Suhu, Kelembaban, Penggunaan Energi Listrik dan Deteksi Asap pada Ruang Penyimpanan Kain di PT Semarang Garment Berbasis IoT (Internet of Things) Nafika Safira; Bustanul Arifin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12148

Abstract

secara berkelanjutan untuk mencegah kerusakan akibat perubahan suhu, kelembaban, penggunaan energi Listrik yang Industri garment adalah salah satu sektor manufaktur yang bergantung pada kualitas bahan baku, terutama pada kain. Kualitas kain sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat penyimpanan. Penyimpanan kain yang baik memerlukan pengawasan kondisi tidak terkontrol, serta potensi kebakaran yang ditandai dengan munculnya asap. Oleh karena itu, diperlukan adanya monitoring suhu, kelembaban, penggunaan energi Listrik dan deteksi suhu yang dapat memberikan informasi secara real-time.  Penelitian ini bertujuan untuk sebagai Solusi dalam monitoring suhu, kelembaban, penggunaan energi Listrik dan deteksi asap pada ruang penyimpanan kain PT Semarang Garment. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak, dan pengujian system. Hasil dari penelitian ini yaitu NodeMCU ESP8266 dapat berkomunikasi dengan mikrokontroler dan juga koneksi internet sehingga dapat memantau suhu dan kelembaban secara real time.  Sensor DHT22 digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban yang ada di dalam gudang penyimpanan kain di PT Semarang Garment.  Sensor MQ-2 sebagai pendeteksi asap, sensor PZEM-004T sebagai pengukuran penggunaan energi Listrik. Internet berfungsi sebagai transmisi dari aplikasi blynk. Monitoring yang dihasilkan dari perubahan suhu dan kelembaban serta penggunaan energi Listrik dan deteksi asap berupa gambar atau tampilan di smartphone dan didapatkan hasil monitoring secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa system mampu melakukan monitoring secara real-time dengan baik. Sensor DHT22 menghasilkan rata-rata suhu sebesar 28,70 C pada aplikasi Blynk dan 28,480 C pada LCD dibandingkan dengan thermometer sebesar 28,710 C.