Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Application of HOG Algorithm for Automated Room Control System Nurris Dwi Setiyawan; Suryani Alifah; Bustanul Arifin
Journal of Telematics and Informatics Vol 5, No 1: March 2017
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.046 KB) | DOI: 10.12928/jti.v5i1.

Abstract

This study aims to develop a prototype of automated room control systems. The histograms of oriented gradients (HOG) algorithm is used to detect and count the people entering or coming out the room so that the use of electricity is more appropriate. The raspberry Pi microprocessor is used as a controller since it is efficient and can be expanded for monitoring over the web. The system testings show that the prototype can detect and count the number of incoming and outgoing people enough accurately with error rate of about 1.7%, while people entering or coming out the room not simultaneously, but can not detect and count accurately with error rate of about 43.3%, while two person walk close together through the door. Using the automated room control, the electronic equipments will be active when there are people in the room and the  temperature below 200C.
KENDALI SISTEM PENGABUTAN BERBASIS SPRINKLER DENGAN MIKROKONTROLER ATMEGA-8 Bustanul Arifin; Jenny Putri Hapsari
MEDIA ELEKTRIKA Vol 14, No 1 (2021): Media Elektrika
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.33 KB) | DOI: 10.26714/me.14.1.2021.32-41

Abstract

Tanaman menjadi penopang hidup utama manusia untuk mencukupi kebutuhannya. Untuk mencapai kehidupan yang baik dan sehat agar mempunyai produktivitas tinggi, tanaman memerlukan media tanah yang baik pula. Salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan untuk mencapai hal tersebut adalah dengan memperhatikan kelembaban tanah. Dengan adanya kemajuan teknologi, faktor kelembaban tanah dapat dijaga secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat yang dapat mengendalikan kelembaban tanah secara otomatis dengan menggunakan beberapa sensor.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perancangan, pembuatan alat, dan pengujian. Sistem ini terdiri atas input, pemroses, dan output. Input sistem meliputi papan tombol berjumlah 5, sensor kelembaban, dan sensor hujan. Sedangkan output sistem berupa relay yang mengendalikan sprinkler serta display LCD 16x2. Sinyal input dan output dioelah oleh sebuah prosesor 8-bit yaitu ATMega-8 dengan frekuensi kerja 16 MHz. Pengujian sistem ini diawali dengan pengujian catu daya yang akan dipasang, pengujian input, yaitu sensor kelembaban dan sensor hujan, pengujian katup selonoid, Jenis tanah yang diujikan adalah tanah merah, pasir, dan lumpur. Sedangkan air yang digunakan untuk pengujian terdiri atas air hujan, air tanah, dan air pam.Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor kelembaban dapat mendeteksi dengan baik bermacam-macam jenis tanah, yaitu tanah merah, pasir, dan lumpur dalam keadaan basah dan kering. Nilai yang dihasilkan pada sensor ini 20% untuk kondisi kering, 605 untuk kondisi gerimis, dan 92% untuk kondisi hujan. Kendali motorize valve pada sistem juga dapat bekerja dengan baik pada kondisi sistem menggunakan beberapa jenis air yang diujikan.Keywords : kelembabab tanah, sensor hujan, mikrokontroler ATMega-8, valve sprinkler.
PERBANDINGAN ALGORITMA FLOODFILL DAN DJIKSTRA’S PADA MAZE MAPPING UNTUK ROBOT LINE FOLLOWER Ary Sulistyo Utomo; Sri Arttini Dwi Prasetyowati; Bustanul Arifin
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Robot line follower (RLF) adalah robot yang dapat berjalan mengikuti suatu maze yang berupa garis secara otomatis.RLF dapat digunakan untuk aplikasi mengantarkan barang dari suatu tempat awal ketempat tujuan dengan tepat dan akurat. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dibutuhkan suatu algoritma yang digunakan untuk mencari jalur terpendek. Pada penelitian ini digunakan dua algoritma yaitu algoritma djikstra’s dan floodfill. Pengujian dilakukan dengan cara menjalankan RLF dari titik start menuju ketitik finish dan sebaliknya dengan jalur terpendek. Input RLF untuk menyusuri garis berupa photodiode berjumlah 8 buah diproses dalam mikrokontroler Atmega16 untuk mengendalikan 2 buah motor. Area yang digunakan berukuran 200 x 200 cm mempunyai tebal garis lintasan  2cm dengan jarak terdekat pada setiap simpangnya adalah 40 cm.. Warna garis adalah putih dan background berwarna hitam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kestabilan RLF menyusuri garis lintasan dicapai pada nilai pengaturan PIDKp=45, Ki=10 dan KD=100. Dengan pengaturan nilai tersebut masing-masing algoritma menghasilkan jarak terdekat yang sama karena maze yang digunakan sama. Tetapi proses pencarian titik finish dengan algoritma floodfill lebih cepat dibandingkan menggunakan algoritma djikstra’s. Dengan algoritma floodfill,waktu pencarian titik finish lebih cepat dan jarak tempuh lebihdekat.Persentase rata-rata efisiensi waktu floodfill terhadap djikstra’s senilai  52,65 %. Kata kunci: robot line follower, kendali PID, djikstra’s, floodfill, maze mapping
PENGHITUNG JUMLAH ORANG DALAM RUANG DENGAN SENSOR INFRAMERAH DAN MODUL LCD TFT SEBAGAI DISPLAY Bustanul Arifin; Eka Nuryanto Budisusila; Amir Cahyadi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.246 KB)

Abstract

Seseorang yang berada dalam ruang akan melakukan aktivitas sesuai dengan keperluannya. Dalam menjalankan aktivitas ini orang tersebut terkadang membutuhkan energi listrik. Untuk mengetahui jumlah orang dalam suatu ruang diperlukan alat penghitung yang diletakkan di pintu. Ada beberapa sensor yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah orang, diantaranya adalah LDR (Light Dependent Resistor), sensor inframerah, sensor jarak ultrasonik, dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini digunakan sensor inframerah dengan jenis Sharp GP 2YOAO2. Hasil pendeteksian sensor inframerah ini kemudian diproses dalam sebuah board mikrokontroler Arduino Mega 2560. Pemilihan mikrokontroler ini dikarenakan display yang akan digunakan membutuhkan pin yang lebih banyak daripada biasanya. Dispaly yang dimaksud adalah display LCD TFT yang dilengkapi dengan kartu memori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor inframerah bekerja secara stabil dengan jarak pantau 15-150 cm. modul ini dapat menampilkan dan menyimpan data yang diperlukan dengan baik. Waktu yang diperlukan agar data dapat disimpan adalah 59 detik dalam bentuk format txt. Dengan format ini maka file dapat diolah dan dibaca secara mudah oleh beberapa sistem. Kata kunci : sensor inframerah, jumlah orang, arduino mega
APLIKASI SENSOR PIR UNTUK SISTEM KEAMANAN RUMAH TINGGAL DENGAN MENGGUNAKAN DUA PEMANCAR WIRELESS Asep Yayan Yuhana; Bustanul Arifin; Muhammad Khosyi’in
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan sebuah rumah tinggal seringkali menjadi faktor utama alasan seseorang mempekerjakan petugas keamanan baik untuk rumah tingal pribadi atau rumah dalam lingkungan perumahan. Meskipun demikian petugas keamanan memiliki keterbatasan dalam memantau keamanan di lingkungannya. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan sebuah sistem keamanan yang memungkinkan penghuni rumah dan atau petugas keamanan dapat mengetahui adanya seseorang yang memiliki potensi mengganggu keamanan rumah tinggal. Sistem keamanan rumah tinggal ini dibuat dengan menggunakan sensor Passive Infra Red (PIR) yang dipasang di dalam rumah. Dalam penelitian ini dilakukan kajian penggunaan sensor PIR untuk mendeteksi obyek manusia dan memberikan indikator pada pemilik rumah dan petugas keamanan dengan cara menyampaikan informasi yang didapatkannya ke pos penjagaan. Modul dalam sistem ini menggunakan sensor PIR HC SR-501sebagai input, pemrosesnya adalah mikrokontroler ATmega8535, modul komunikasi TLP434MHz dan RLP434MHz masing-masing dua pasang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor PIR ini dapat mendeteksi keberadaan manusia minimal 2 cm dan maksimal 600 cm. Untuk memperpanjang jangkauan modul komunikasi digunakan 2 modul yang bekerja bergantian sehingga mendapatkan jarak yang lebih jauh. Proses penyampaian informasi memperoleh hasil yang baik pada jarak 173 meter tanpa halangan, jarak 133 meter pada wilayah rumah yang tidak padat, jarak 89 meter pada daerah yang sangat padat rumahnya. Kata kunci: keamanan rumah, modul TLP-RLP 433 MHz, sensor PIR.
APLIKASI SENSOR PASSIVE INFRARED (PIR) UNTUK PENDETEKSIAN MAKHLUK HIDUP DALAM RUANG Bustanul Arifin
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan menjadi faktor utama dalam kehidupan manusia. Ada beberapa alat atau sensor yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga keamanan tempat tinggal. Salah satunya adalah sensor gerak yang menggunakan inframerah secara pasif atau yang lebih dikenal dengan PIR (Passive Infra Red). Alat ini akan mendeteksi gelombang inframerah yang ditimbulkan oleh makhluk hidup yang berada dalam jangkauannya dan akan mengeluarkan suatu output yang dapat dimanfaatkan. Dalam penelitian ini diteliti bagaimana cakupan pendeteksian sensor, posisi sensor yang dapat menjangkau cakupan terluas, serta makhluk hidup atau benda apa saja yang bisa dideteksi oleh sensor ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Laboratorium Mikroprosesor Teknik Elektro Unissula dengan menggunakan 4 buah sensor PIR KC7783R didapatkan hasil bahwa sensor dapat menjangkau cakupan terluas ketika diletakkan diketinggian 200 cm dari lantai dengan sudut kemiringan 750. Jarak 500 cm merupakan titik terjauh untuk mendeteksi manusia, sedangkan untuk mendeteksi tikus maksimal 180 cm, kucing 230 cm dan nyala api lilin 210 cm. Perubahan suhu udara di laboratorium senilai 220C sampai dengan 310C tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendeteksian sensor. Kata kunci: sensor PIR, sudut kemiringan sensor, suhu
Aplikasi Mikroprosesor Tipe TMS320C6713 Untuk Penghapusan BisingSuara Kendaraan Secara Adaptif Sri Arttini Dwi Prasetyowati; Bustanul Arifin; Eka Nuryanto Budi Susila
PROSIDING CSGTEIS 2013 CSGTEIS 2013
Publisher : PROSIDING CSGTEIS 2013

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Bising kendaraan, adalah permasalahan yang sangat mngganggu bagi lingkungan yang dekat dengan lalulintas ramai. Solusi yang dikehendaki bukan berupa ruang kedap suara, namun ruang yang bebas dari bising kendaraan namun tetap mendengar suara yang dikehendaki. Penelitian ini meneruskan penelitian yang melakukan eksplorasi penghapusan bising kendaraan dengan menggunakan algoritma LMS (Least Mean Square) Adaptif, dimana dalam penelitian tersebut telah ditemukan nilai-nilai optimal dengan menggunakan dua tingkat proses. Penelitian ini membuat suatu model dalam bentuk hardware untuk menghapus bising kendaraan, tanpa harus kehilangan informasi yang diinginkan.Hardware yang digunakan adalah DSP (Digital Signal Processor) tipe TMS320C6713.Kata kunci: LMS adaptif, DSP tipe TMS320C6713, bising kendaraan
Kontrol Mesin Seasoning Dengan PLC DELTA DVP-SA2 Puji Khoriyanto; Agus Suprajitno; Bustanul Arifin
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jeecom.v4i1.2951

Abstract

Dalam dunia industri, kecepatan dan efektifitas proses produksi sangat dibutuhkan agar bisa bersaing di pasar global. Semakin ketatnya persaingan dan  permintaan pasar mengharuskan proses produksi dilakukan dengan cepat, efisien namun tetap berkualitas. Saat ini proses seasoning masih dilakukan secara manual, sehingga proses seasoning memakan waktu yang lama dan tidak optimal. Oleh karena itu perlu dilakukan inovasi pada mesin seasoning agar proses produksi bisa dilakukan dengan kondisi yang paling optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, studi literatur, wawancara, dan dokumentasi. Mesin seasoning dirancang menggunakan weigher agar perpaduan antara produk dan bumbu bisa ditimbang secara otomatis. Dan kemudian produk akan dimixing di drum seasoning. Dari hasil perancangan, dilakukan pengujian pada mesin seasoning yang menghasilkan akurasi rata – rata weigher 99,53% dari berat sebenarnya. Drum seasoning dapat memixing bumbu secara rata sesuai yang diharapkan. Setelah dilakukan beberapa kali pengujian, dapat disimpulkan mesin seasoning dapat bekerja dengan baik dan jauh lebih optimal dibanding dengan cara manual
DC Motor Control Using Laboratory Virtual Instrumentation Engineering Workbench Bustanul Arifin; Eka Nuryanto Budisusila
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 12, No 2 (2020): November
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.984 KB) | DOI: 10.28989/angkasa.v12i2.571

Abstract

Motor has an important role in everyday life. Both are used on a home scale and in the industrial world. To regulate a motor, a good control system is needed. Laboratory Virtual Instrumentation Engineering Workbench abbreviated as LabVIEW is defined as a system engineering software that is used for the needs of testing, measuring, and controlling quickly on accessing hardware in which there is data needed. LabVIEW uses a graphics-based programming language or block diagram while other programming languages use a text base. This study aims to obtain a value of DC motor control. The method used in this research is to assemble the DC motor hardware with the driver followed by connecting it to a myRIO 1900 board controller. By providing variations in frequency and duty cycle, the results of current and voltage and rotation are obtained to determine its effect. The results of this study indicate that by giving a duty cycle of more than 50%, current and voltage are obtained and the motor rotation is linear and forms a horizontal line. The 100 Hz frequency is the best frequency that can produce the highest motor rotation.
Exploration of Generator Noise Cancelling Using Least Mean Square Algorithm Sri Arttini Dwi Prasetyowati; Bustanul Arifin; Agus Adhi Nugroho; Muhammad Khosyi’in
Journal of Electrical Technology UMY Vol 6, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jet.v6i1.14826

Abstract

Generator noise can be categorized as monotonous noise, which is very annoying and needs to be eliminated. However, noise-cancelling is not easy to do because the algorithm used is not necessarily suitable for each noise. In this study, generator noise was obtained by recording near the generator (outdoor signal) and from the room (indoor signal). Noise generator exploration is carried out to determine whether the noise signal can be removed using the Adaptive LMS method. Exploration was carried out by analyzing statistical signals, spectrum with Fast Fourier Transform (FFT) and Inverse FFT (IFFT), and analyzing the frequency distribution of the remaining noise. The results showed that the correlation coefficients were close to each other. Outdoor and indoor signals are at low frequency. The behavior of FFT and IFFT if described in two dimensions, namely real and imaginary axes, formed a circle with a zero center and has parts that come out of the circle. It confirms that noise-cancelling with adaptive LMS can be realized well even though some noise is still left. The residual noise has formed an impulse that showed normally distributed with mean=-0.0000735 and standard deviation =0.000735. This indicates that the residual noise was no longer disturbing.