Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Pengelolaan Linen Rumah Sakit di Unit Laundry RSUD Kabupaten Teluk Bintuni Ratna Wardani; William Abraham Wadesong
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12265

Abstract

Pengelolaan linen merupakan bagian penting pelayanan penunjang rumah sakit karena berkaitan dengan kebersihan, keselamatan petugas, kenyamanan pasien, dan pencegahan infeksi. Hasil pengkajian di Unit Laundry RSUD Kabupaten Teluk Bintuni menunjukkan bahwa pengelolaan linen telah berjalan sesuai alur pelayanan dan Standar Operasional Prosedur, namun masih memerlukan penguatan pada pemahaman petugas mengenai pemisahan linen infeksius dan noninfeksius, penggunaan alat pelindung diri, pencatatan, serta monitoring linen. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petugas Unit Laundry mengenai pengelolaan linen rumah sakit yang aman dan sesuai standar. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, penyampaian materi melalui media visual, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, pengenalan checklist monitoring, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas sepuluh butir soal pilihan ganda. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Juni 2026 di Unit Laundry RSUD Kabupaten Teluk Bintuni dan diikuti oleh lima orang petugas. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 52 pada pre-test menjadi 86 pada post-test, atau meningkat 34 poin (65,38%). Peserta juga menunjukkan antusiasme dan keaktifan selama penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi merupakan strategi edukatif yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan petugas mengenai pengelolaan linen rumah sakit, serta memberikan dasar bagi penguatan penerapan prosedur pengelolaan linen. Implikasinya, diperlukan sosialisasi berkala, supervisi, penggunaan checklist monitoring, pencatatan yang tertib, dan penerapan Standar Operasional Prosedur secara konsisten untuk mendukung mutu pelayanan rumah sakit ke depan.