Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Digital Marketing, Daya Tarik Destinasi Wisata dan Kualitas Layanan terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan di Wisata Lumpur Lapindo Sidoarjo Ahmad Akbar; Abdul Halik
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12366

Abstract

Wisata Lumpur Lapindo Sidoarjo merupakan destinasi wisata yang berada di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Objek wisata ini terbentuk akibat semburan lumpur panas sejak tahun 2006 dan kini berkembang menjadi wisata edukasi, sejarah, serta geowisata yang memiliki karakteristik unik. Selain menyajikan panorama kawasan lumpur, destinasi ini juga memberikan edukasi mengenai bencana, dampak sosial ekonomi, dan upaya penanganannya. Di tengah persaingan industri pariwisata, pengelola perlu meningkatkan daya saing melalui digital marketing, penguatan daya tarik destinasi, serta peningkatan kualitas layanan untuk mendorong keputusan berkunjung wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan membuktikan pengaruh Digital Marketing, Daya Tarik Destinasi Wisata, dan Kualitas Layanan terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan di Wisata Lumpur Lapindo Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Populasi penelitian adalah seluruh wisatawan yang berkunjung ke Wisata Lumpur Lapindo Sidoarjo. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Teknik analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dengan nilai koefisien korelasi > 0,200 dan signifikansi < 0,05, serta reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha > 0,60. Selain itu, model regresi memenuhi seluruh uji asumsi klasik, yaitu tidak terjadi multikolinearitas, tidak terdapat heteroskedastisitas, dan residual berdistribusi normal sehingga model layak digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.