Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Budaya Organisasi, dan Kompetensi terhadap Kinerja Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta Dinda Erliana Sari; Maswanto Maswanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, dan kompetensi terhadap kinerja karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas, kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi linier berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), menggunakan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kepemimpinan transformasional berpengaruh positif, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, budaya organisasi berpengaruh positif namun tidak berpengaruh signifikan. Sedangkan, kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, dan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja karyawan lebih dipengaruhi oleh budaya organisasi yang kuat dan kompetensi yang dimiliki karyawan dibandingkan dengan penerapan kepemimpinan transformasional. Oleh karena itu, organisasi perlu memperkuat budaya organisasi serta meningkatkan kompetensi karyawan melalui pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kinerja.