Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Netnografi Polemik Akidah: Dinamika Pemikiran Herry Pras dan Ustadz Nuruddin di Komunitas Komentar YouTube Susanto, Wawan; Nur, Muhammad; Noorhidayati, Salamah
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i3.361

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik dakwah Islam kontemporer. YouTube menjadi salah satu platform utama penyebaran gagasan keislaman, termasuk perdebatan isu-isu teologis seperti akidah. Fenomena polemik antara Herry Pras, dengan pendekatan rasional-kritis, dan Ustadz Muhammad Nuruddin, dengan pendekatan tekstual-salafi, menjadi perbincangan hangat di ruang digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena tersebut, di mana terjadi respons masif dari netizen yang menunjukkan fragmentasi pemikiran dalam komunitas Muslim daring. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan arah wacana netizen dalam menanggapi perbedaan pemikiran akidah antara kedua tokoh tersebut, serta bagaimana ruang digital berfungsi sebagai arena kontestasi otoritas keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi. Data diperoleh dari komentar YouTube yang dikumpulkan melalui teknik scraping dan dianalisis menggunakan analisis isi tematik. Komentar yang relevan dipilih secara purposif dan dianalisis berdasarkan tema, sentimen, dan afiliasi ideologis. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial telah membentuk mazhab digital yang saling beroposisi, memperlihatkan polarisasi ideologis yang kuat, dan berpotensi menimbulkan disorientasi akidah di kalangan netizen yang tidak memiliki kerangka keagamaan yang mapan.
Kināyah Dan Ṣarīḥ Dalam Penafsiran Al-Qur’an: Studi Perbandingan Tinjauan Balaghah Arab dan Semiotika Barat Nur, Muhammad; Susanto, Wawan
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 5 No 2 (2025): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v5i2.5063

Abstract

This study examines the comparative interpretation of ṣarīḥ (explicit) and kināyah (implicit) in the Qur'an through two main approaches, namely classical Arabic balaghah and modern Western semiotic theory. This study uses a qualitative-descriptive-comparative approach by analyzing three selected verses, namely QS. Al-Baqarah: 183, QS. Al-Baqarah: 223, and QS. An-Nūr: 31. The purpose of this study is to explore how literal and symbolic meanings are constructed in Islamic sacred texts. The results show that ṣarīḥ lafaz are generally used in legal contexts, with a strict and direct meaning structure. In contrast, kināyah lafaz tend to be used to convey social and ethical values through symbolic and contextual language styles. The balaghah approach emphasizes aesthetic and rhetorical aspects, while the semiotic approach-especially from the thoughts of Ferdinand de Saussure, Charles Sanders Peirce, and Roland Barthes-opens up room for interpretation of connotative, ideological, and cultural meanings in the text. This study concludes that the integration of balaghah and semiotics approaches can enrich the interdisciplinary method of Qur'anic interpretation. In addition, this approach also offers a hermeneutic alternative that is more responsive to contemporary social and intellectual dynamics.